Sulut,- Total realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019 yang bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penananaman Modal Dalam Negeri (PMDN) periode Januari – Desember 2019 sebesar Rp. 11,566 triliun.
"Target realisasi investasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI untuk Sulawesi Utara sebesar Rp. 11.000.000.000.000 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD,red) Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp. 3.750.000.000.000. Pada periode Triwulan IV (Oktober - Desember) Tahun 2019 realisasi investasi PMDN mencapai Rp. 853 milyar dengan proyek sebanyak 98 proyek dan realisasi investasi PMA mencapai Rp. 1,009 triliun dengan proyek sebanyak 132 proyek," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulut, DR Franky Manumpil, MSi kepada sejumlah wartawan belum lama ini.
Lanjut dia, investasi yang telah direalisasikan oleh investor sebesar Rp. 11,566 triliun atau 105% dari target pemerintah BKPM RI tahun 2019 (11 triliun) dan 308% dari target RPJMD Sulawesi Utara tahun 2019 (3,750 triliun).
"Jumlah proyek sebanyak 686, terdiri dari PMDN Rp 8,259 triliun dengan 289 proyek dan PMA Rp. 3,307 triliun dengan 397 proyek," bebernya.
Tak hanya itu, Manumpil menambahkan, realisasi investasi ini telah berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.986 orang.
"Total penyerapan tenaga kerja Indonesia sepanjang Tahun 2019 mencapai 6.747 orang dan untuk penggunaan Tenaga Kerja Asing selama 2019 sebanyak 333 orang," kuncinya.
Diketahui selama tahun 2019 sektor investasi di Sulawesi Utara di dominasi oleh:
1. Sektor Pertambangan (48%),
2. Sektor Perumahan/Kawasan Industri/Perkantoran (14%),
3. Sektor Listrik/Gas/Air (13%),
4. Sektor Konstruksi (10%),
5. Sektor Transportasi/ Gudang/Telekomunikasi (5%).
Berdasarkan kabupaten/kota masih di dominasi oleh:
1. Kabupaten Bolaang Mongondow (36%),
2. Kota Manado (30%),
3. Kabupaten Minahasa Utara (17%).
Negara asal investor terbesar di Sulawesi Utara selama tahun 2019:
1. R.R. Tiongkok (42%),
2. Singapura (23%),
3. Hongkong, RRT (12%),
4. Malaysia (8%),
5. Luxembourg (5%).
(sulutprov/ven)
"Target realisasi investasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI untuk Sulawesi Utara sebesar Rp. 11.000.000.000.000 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD,red) Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp. 3.750.000.000.000. Pada periode Triwulan IV (Oktober - Desember) Tahun 2019 realisasi investasi PMDN mencapai Rp. 853 milyar dengan proyek sebanyak 98 proyek dan realisasi investasi PMA mencapai Rp. 1,009 triliun dengan proyek sebanyak 132 proyek," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulut, DR Franky Manumpil, MSi kepada sejumlah wartawan belum lama ini.
Lanjut dia, investasi yang telah direalisasikan oleh investor sebesar Rp. 11,566 triliun atau 105% dari target pemerintah BKPM RI tahun 2019 (11 triliun) dan 308% dari target RPJMD Sulawesi Utara tahun 2019 (3,750 triliun).
"Jumlah proyek sebanyak 686, terdiri dari PMDN Rp 8,259 triliun dengan 289 proyek dan PMA Rp. 3,307 triliun dengan 397 proyek," bebernya.
Tak hanya itu, Manumpil menambahkan, realisasi investasi ini telah berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.986 orang.
"Total penyerapan tenaga kerja Indonesia sepanjang Tahun 2019 mencapai 6.747 orang dan untuk penggunaan Tenaga Kerja Asing selama 2019 sebanyak 333 orang," kuncinya.
Diketahui selama tahun 2019 sektor investasi di Sulawesi Utara di dominasi oleh:
1. Sektor Pertambangan (48%),
2. Sektor Perumahan/Kawasan Industri/Perkantoran (14%),
3. Sektor Listrik/Gas/Air (13%),
4. Sektor Konstruksi (10%),
5. Sektor Transportasi/ Gudang/Telekomunikasi (5%).
Berdasarkan kabupaten/kota masih di dominasi oleh:
1. Kabupaten Bolaang Mongondow (36%),
2. Kota Manado (30%),
3. Kabupaten Minahasa Utara (17%).
Negara asal investor terbesar di Sulawesi Utara selama tahun 2019:
1. R.R. Tiongkok (42%),
2. Singapura (23%),
3. Hongkong, RRT (12%),
4. Malaysia (8%),
5. Luxembourg (5%).
(sulutprov/ven)
