Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati JG Support Upaya LPK PT MAJ Ciptakan Tenaga Operator Excavator Siap Pakai

Wednesday, July 14, 2021 | 23:18 WIB Last Updated 2021-07-15T07:15:13Z

Jelly Mamansage: Masih Banyak Perusahaan Butuh Tenaga Operator Alat Berat, Jangan Sia-siakan Kesempatan


MINUT, Komentar.co - Dimasa sulit seperti ini, ketika banyak lapangan pekerjaan terdampak pandemi Covid-19 dan harus gulung tikar, masyarakat Kabupaten Minahasa Utara patut berbangga karena kehadiran PT Minut Abadi Jaya (PT MAJ).

Pasalnya, perusahan yang baru seumur jagung ini, mulai dikenal warga Minut karena mampu memfasilitasi masyarakat dengan membuka Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) operator alat berat.

"Di Desa Tontalete, mereka telah melatih 7 tenaga warga menjadi operator Alat berat seperti Excavator. Dan hasilnya langsung kelihatan," jelas Kadis Kadis Sosial dan PMD Kabupaten Minahasa Utara Alfred Pusunglaa kepada Bupati Joune J E Ganda, Rabu (14/7/21).

Sementara, Jelly Marselinus Mamansage, Dirut PT MAJ membenarkan dimana pihaknya lebih cenderung berorientasi di Minut daripada di daerah lain.

Pria berdarah Desa Kaima Kecamatan Kauditan ini tidak menampik, kalau mengawali usaha jasa ini ia harus jatuh-bangun, demi menciptakan peluang pekerjaan untuk masyarakat Minut.

"Walau perusahaan kami baru berumur hampir satu tahun, tapi kami ingin buktikan pada masyarakat bahwa untuk menjadi operator excavator handal, Minut adalah tempatnya," beber Jelly yang didampingi Komisaris PT MAJ Meity M Katuuk saat bertatap muka dengan Bupati JG.

Diketahui, saat bekerjasama dengan Pemdes Tontalete beberapa waktu lalu, ada tujuh (7) warga dilatih mengoperasikan excavator, dan sedikit pengenalan fisik dari alat berat ini, sebagai operator selama sepuluh (10) hari saja.

Hari Jumat, 11 Juni 2021 bertempat di Kantor Desa Tontalete, Hukumtua Tontalete Stenly Ruben Sagay, S Sos didampingi Kadis sosial dan PMD Kabupaten Minahasa Utara dan Kasi Penetapan Disnaker Minut, menerima 7 operator excavator jebolan LPK PT Minut Abadi Jaya, sekaligus penyerahan sertfikat kepada tujuh operator itu.

"Empat dari ke tujuh warga ini sudah diterima perusahaan sebagai operator excavator, sedangkan yang tiga tinggal menunggu panggilan untuk pekerjaan yang sama. Masih banyak perusahaan butuh tenaga operator alat. Jangan sia-siakan kesempatan Itu," ujar Jelly.

Menerima penjelasan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadis Naker) PMD dan Dirut PT MAJ, Bupati Joune Ganda sempat terkesiap. Sebagai mantan kontraktor besar, JG menilai terobisan yang dilakukan PT MAJ sangat positif.

"Ini pantas diberi apresiasi, dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sangat menyambut baik, apalagi di masa pandemi seperti ini, peluang kerja justeru dilahirkan oleh putera daerah sendiri," ucap bupati.

Untuk menindak lanjuti terobosan PT MAJ dalam memanusiakan orang, Bupati meminta Kadis Naker PMD untuk membantu apa saja yang bermanfaat untuk PT MAJ dan masyarakat Minut.

"Ini peluang emas yang sangat positif, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pemuda Dan Olahraga serta Dinas Pendidikan Minut harus mendukung usaha PT MAJ. Dengan begitu, masyarajat Minut tidak perlu keluar daerah untuk menjadi seorang operator alat berat. Setahu saya, gaji seorang operator excavator itu bukan kecil. Sebagai pemerintah dan diri sendiri, saya dukung semua program positif yang dilakukan PT MAJ ini," tandas Buoati JG sambil tersenyum.

Sampai hari ini LPK PT Minut Abadi Jaya yang berkantor di Desa Treman Jaga 15 Kecamatan Kauditan, telah menetaskan puluhan warga Minut sebagai operator excavator handal.

Memasuki dua bulan terakhir, terpantau banyak pemuda dari Provinsi Gorontalo, Kabupaten Halmahera Timur, dan dari Timika Papua datang menimba ilmu di LPK MAJ.

Informasi yang diperoleh, di LPK lain, untuk biaya (administrasi) LPK sekira Rp. 5.500,000, bahkan di provinsi Sulawesi Selatan dapat mencapai 15 juta Rupiah.

LPK PT MAJ menggelar training 10 hari full praktek, minimal 1 hari 20 menit pengoperasian alat.

Inilah persyaratan untuk melamar di PT Minut Abadi Jaya:
1. Surat Keterangan Domosili dari kelurahan/desa
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3. Kartu Keluarga (KK)
4. Surat Keterangan Berbadan Sehat,
5. Ijazah terakhir,
6. Pas photo warna latar merah 3x4, sebanyak 4 lembar
7. Biaya training rp.4,500,000, komplit seritfikat.

Dari keterangan pihak PT MAJ, biaya 4,5 juta Rupiah itu dapat dibayar dua (2) kali yaitu Rp. 2.500.000 pertama, sedangkan sisanya dapat diserahkan setelah menerima sertifikat.

"Jadi di Minut sudah ada LPK PT Minut Abadi Jaya. Kami selalu menerima, apalagi untuk masyarakat Minut. Mari torang dukung program Pemkab Minut sebagai Kabupaten pertama Revolusi Mental," tandas Komisaris PT MAJ, Meity M Katuuk. (Baker)




×
Berita Terbaru Update