Notification

×

Iklan

Banjir Aspirasi, MJP Dorong Perbaikan Drainase Pasar Airmadidi ke Kelurahan Rap-rap

Monday, August 30, 2021 | 20:49 WIB Last Updated 2021-08-31T06:33:32Z

MINUT, Komentar.co - Senin (30/8/2021), bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Lurah Rap-rap Kecamatan Airmadidi, Melky J Pangemanan (MJP) menggelar safari reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2021.

Reses Anggota DPRD Sulawesi Utara dari daerah pemilihan (Dapil) Minut-Bitung ini disambut masyarakat Kelurahan Rap-rap, didampingi Lurah Fisje E N Wawoh dan Sekretaris Kelurahan Rap-rap Elly Rambitan.

MJP sengaja mengatur kegiatan reses berjalan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes) dengan jumlah terbatas dan dihadiri perwakilan warga sekira 16 orang peserta.

Diawali dengan doa, selanjutnya Pangemanan diri dan menjelaskan tupoksinya sebagai Anggota DPRD Sulut. Namun, jika menyangkut aspirasi rakyat, ia siap merespon dan mencari cara untuk dapat masuk ke aspirasi rakyat yang teragenda di Deprov Sulut nanti.

Politisi yang selalu tampil paling depan saat menyambut setiap unjuk rasa di kantor DPRD Sulut ini mengawali reses dengan pemahaman dan pembelajaran tentang dimasa pandemi, apa sudah boleh sekolah tatap muka, atau belum, agar tidak ada resiko sekecil apapun.

"Jangan hanya menilai dari segi pendidikan namun berbagai aspek agar tidak merugikan rakyat. Makanya kami akan bahas bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, apa program sekolah tatap muka sudah pantas dimasa pandemi ini, atau belum bisa," tukas anggota legislatif Dapil Minut-Bitung ini.
Terkait keluhan warga tentang bantuan yang tidak tepat sasaran menurut Melky, perlu evaluasi, kontrol dan desakan kepada pemerintah, terutama dalam hal pemutakhiran data.

"Data yang dipakai pemerintah tentang rakyat mampu dan kurang mampu sudah mubazir. Sebetulnya Sulut sudah tidak layak dikategorikan ada rakyat miskin. Klasifikasi rakyat miskin ada 14 indikator kemiskinan, namun karena pemerintah khususnya instansi terkait malas, akhirnya warga yang dulu miskin sekarang sudah kaya dan sebaliknya, datanya belum dirubah. Sekarang sudah ada New Data Terpadu di Kemensos. Semua data lama harus disinkronkan dari desa sampai ke pusat. Ini salah satu target saya sekarang," tukas politisi garang yang pernah ribut di kementerian akibat memperjuangkan hak rakyat itu.

Sementara untuk pendidikan siswa-siswi berprestasi yang wajib mendapat bea siswa, Melky memuji kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

"Selain beliau berdua secara tegas memperketat penerapan Prokes sehingga pandemi dapat dikendalikan dengan baik, Saya dan anda sekalian harus syukuri Pak Gubernur OD adalah pemimpin Sulut yang akumulatif. Jadi kedepan nanti, fasilitas dan sarana-prasarana pendidikan, pasti bertengger di puncak maksimal," ujar MJP optimis.
Ada juga aspirasi warga RW 3/RT 3 Herry Mandey tentang volume air dan limbah cair limpahan dari Airmadidi Atas, Sarongsong I dan Pasar Airmadidi yang sangat merugikan masyarakat Keluraham Rap-rap terutama di musim penghujan, mendapat tanggapan serius dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

"Ini juga mendapat masukan yang sangat pantas dituntaskan. Secepatnya saya akan bahas dan cari solusi bersama Pak Bupati Minut, agar bagaimana baiknya solusi pembuangan air dan limbah cair agar tidak meluap ke jalan, mencemari penciuman warga Rap-rap saat musim penghujan tiba," jelas Pangemanan.

Selanjutnya aspirasi Ketua RW 04 Jane Mandagi yang meminta dukungan program bantuan untuk sektor pendidikan ditingkat Sekolah Dasar (SD) mendapat respon posistif dari Pangemanan dengan menyebutkan bahwa di Dinas Pendidikan ada Bantuan Studi Akhir.

"Itu untuk membantu para pelajar yang kurang mampu namun berpreatasi sehingga dapat menamatkan pendidikannya. Itu akan saya kawal tapi sesuai kriteria," katanya.

Sementara usulan Jeice Mandagi RT 02/RW 03 tentang pemahaman Covid-19 terutama ketegasan status pasien covid sampai jenasah orang covid, MJP berharap secara pribadi masyarakat dapat menghubunginya melalui Watss-App atau fb miliknya.

"Selama ini saya memantau serius ruang gerak Dinas Kesehatan Provinsi Sulut terutama dalam pelayanan mereka untuk penanganan Covid-19. Selama ini memang banyak keterangan provokatif, jadi kita tidak boleh telan mentah-mentah, namun mari kita ikuti setiap penjelasan pemerintah sesuai yang disampaikan. Sampai hari ini saya terus mendesak keterbukaan Dinas Kesehatan, saya akan berkordinasi langsung dengan Pak Bupati berupa anggaran sosialisasi untuk pemberitaan di media massa, maupun stiker dan baliho peringatan, dari provinsi sampai ke pesesaan. Akhir kata, mari kita saling mendoakan supaya umur Covid-19, tidak bertahan lama," kuncinya. (Baker)






×
Berita Terbaru Update