Notification

×

Iklan

Kebakaran di Panti Asuhan Ar-Rahman Kotamobagu, Kerugian Capai Rp100 Juta

Thursday, December 18, 2025 | 22:04 WIB Last Updated 2025-12-18T14:06:22Z

Foto: Istimewa


KOTAMOBAGU, Komentar.co - Fasilitas sosial Panti Asuhan Ar-Rahman yang terletak di Kelurahan Mongkonai Barat, Kota Kotamobagu, dilanda musibah kebakaran pada Rabu (17/12/2025) sore.

Insiden yang menghanguskan sebagian bangunan tersebut diduga kuat berawal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar area panti yang merembet tidak terkendali.

Laporan mengenai kebakaran diterima oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) pada pukul 15.11 WITA. Merespons laporan tersebut, sebanyak 21 personel dikerahkan menuju lokasi dengan dukungan dua unit armada pemadam.

Tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 15.20 WITA dan langsung melakukan upaya lokalisir api.


Berkat tindakan cepat petugas di lapangan, amukan si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar 30 menit. Meski api sempat berkobar hebat, petugas berhasil menyelamatkan gedung utama asrama putri dari kerusakan.

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja dan Damkar Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Sebanyak 62 penghuni panti asuhan dilaporkan dalam kondisi selamat. Namun, dampak kerusakan fisik tergolong cukup berat.

Api melahap bagian dapur umum dan rumah pengasuh. Berdasarkan penilaian sementara, kerugian materi yang diderita akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp100 juta,” ujar Kasat Pol PP dalam keterangan resminya.


Sahaya menjelaskan bahwa kronologi kejadian bermula dari kelalaian saat membakar sampah. Api yang semula kecil menjalar dengan cepat ke bangunan rumah pengasuh sebelum akhirnya merembet ke area dapur umum panti.

Ia pun menyayangkan kejadian ini dan memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai bahaya membakar sampah sembarangan.

“Kami mengimbau warga agar tidak menganggap remeh aktivitas membakar sampah, terutama di kawasan padat penduduk atau dekat fasilitas publik. Kami sangat menyarankan masyarakat untuk beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih aman guna mencegah risiko bencana serupa di masa depan,” tegasnya. (Feki Sajow)



×
Berita Terbaru Update