Notification

×

Iklan

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemprov Sulut Dorong Inovasi dan Optimalisasi Komoditas Lokal

Thursday, November 5, 2026 | 13:09 WIB Last Updated 2026-11-05T05:09:05Z
Pembukaan Seminar Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penguatan Keamanan Pangan dan Gizi, Kamis (5/11).


SULUT, Komentar.co -
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memperkuat komitmen ketahanan pangan daerah melalui kerja sama lintas sektor yang terintegrasi. Komitmen ini ditegaskan dalam Seminar Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penguatan Keamanan Pangan dan Gizi, Kamis (5/11/2026).

Seminar yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Daerah Sulut dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman, bermutu, terjangkau, serta memenuhi kecukupan gizi masyarakat. Langkah konkret ini dipersiapkan sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas menuju pencapaian visi Generasi Emas Indonesia 2045.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Tahlis Gallang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Ringkuangan membuka secara resmi seminar yang digelar di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara ini.

Dalam kesempatan itu, Ringkuangan menyampaikan bahwa pangan merupakan fondasi mutlak untuk membangun masyarakat yang sehat dan produktif, sejalan dengan tema HPS 2026: "Innovate Today. Nourish Tomorrow" (Berinovasi Hari Ini, Memberi Nutrisi Esok Hari).

"Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar manusia, melainkan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas," kata Ringkuangan mengutip sambutan tertulis Sekdaprov Sulut.

Untuk merealisasikan kemandirian pangan yang tangguh, Ringkuangan membeberkan enam hal yang menjadi konsen Pemerintah Provinsi Sulut, yaitu; Pertama, Optimalisasi Pangan Lokal: Memaksimalkan seluruh potensi bahan pangan khas Sulawesi Utara guna mewujudkan kemandirian wilayah.

Kedua, Penerapan Inovasi dan Teknologi: Mendorong digitalisasi dan modernisasi mulai dari proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga sistem distribusi. Ketiga, Pengawasan Mutu Ketat: Memperketat pengawasan keamanan komoditas pangan agar kelayakan konsumsi masyarakat terjamin.

Keempat, Diversifikasi dan Gizi: Menggalakkan variasi konsumsi pangan non-beras sekaligus mendongkrak status kecukupan gizi masyarakat. Kelima, Pengendalian Inflasi Pangan: Memperkuat manajemen stok, kelancaran jalur distribusi, dan stabilitas harga pasar secara konsisten dan Keenam, Sinergi Multipihak: Meningkatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan, sektor privat, kalangan akademisi, dan masyarakat luas.

Lanjut Ringkuangan menyebutkan bahwa seluruh gagasan dalam forum HPS ke-46 ini harus langsung ditransformasikan menjadi program kerja nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi agenda diskusi tahunan.

"Dengan semangat kebersamaan, mari kita bangun sistem pangan Sulawesi Utara yang semakin mandiri, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan," tutup Ringkuangan.

Diketahui, Seminar Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penguatan Keamanan Pangan dan Gizi turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Kepala Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Sulut dan Gorontalo, serta Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut.

Hadir pula Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Rahel Rotinsulu, jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, kepala dinas ketahanan pangan kabupaten/kota, asosiasi pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.

Melalui integrasi menyeluruh antarinstansi ini, Sulawesi Utara optimis mampu membangun sistem pangan yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan demi pemenuhan nutrisi generasi masa depan Indonesia. (*/ven)


Post Views: 2644

Iklan

×
Berita Terbaru Update