Talaud, - Dalam rangka meningkatkan pengawasan masuknya teroris ke kawasan perbatasan Indonesia-Filipina, sebelumnya pemerintah provinsi Sulawesi Utara bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah memasang drone pada akhir bulan Mei lalu. Kali ini upaya menangkal masuknya kelompok ISIS dari Filipina lewat jalur perairan terus dioptimalkan.
Kamis, (06/07/2017) Kodam (Komando Daerah Militer) XIII/Merdeka, mengirim 34 personil dari Batalyon 712 ke Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud.
Kehadiran personil TNI bertujuan untuk pengawasan dan peningkatan pengamanan pulau terluar yang sangat rentan akan gangguan keamanan.
“Kehadiran 34 personil dari Batalyon 712 ini guna membantu pengamanan di perbatasan. Ini merupakan perintah langsung Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, sebagai langkah mengantisipasi masuknya ISIS dari Kota Marawi Filipina Selatan ke Indonesia,” jelas Dandim 1301/SaTal melalui Pasi Intel, Letnan Satu (Inf), Roy Bumulo.
Diketahui, pertempuran di Marawi, Filipina, antara Islamic State Iraq Syria (ISIS) dengan militer pemerintah terus berlanjut. Pintu masuk ke Nyiur Melambai pun dikawal ketat karena berbatasan langsung dengan Filipina. (ven)
