Notification

×

Iklan

Strategi Yulius-Victor Berhasil, Pariwisata Sulut Catat Tren Positif di Januari 2026

Wednesday, April 1, 2026 | 14:12 WIB Last Updated 2026-04-01T06:12:46Z
Sumber BPS Sulut. Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan performa gemilang pada pembukaan tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Maret 2026, angka kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bumi Nyiur Melambai pada Januari 2026 melonjak signifikan hingga 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

Tercatat sebanyak 7.550 kunjungan wisman memasuki Sulut pada bulan pertama tahun ini. Tren positif tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari strategi penguatan aksesibilitas dan promosi internasional yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur (Wagub) Victor Mailangkay.

Konektivitas udara melalui Bandara Sam Ratulangi tetap menjadi pintu masuk utama. Dari total kunjungan yang ada, sebanyak 7.549 wisman masuk melalui jalur udara. Secara komposisi, pasar Asia Timur masih mendominasi struktur pariwisata Sulut. Tiongkok menempati posisi teratas dengan 3.977 kunjungan (52,68%), disusul Korea Selatan dengan 2.990 kunjungan (39,60%), dan Singapura sebanyak 89 kunjungan (1,18%).

Meski demikian, diversifikasi pasar mulai menunjukkan hasil dengan masuknya wisatawan dari Amerika, Jerman, hingga Inggris.

Tidak hanya pasar luar negeri, pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) juga menunjukkan grafik menanjak. Sepanjang Januari 2026, tercatat 1.232.868 perjalanan domestik menuju Sulawesi Utara, atau naik 15,04 persen secara tahunan.

Kota Manado masih menjadi magnet utama dengan 289.974 perjalanan. Namun, sesuai komitmen Gubernur Yulius Selvanus dalam mendorong pariwisata berbasis kabupaten/kota, distribusi wisatawan kini mulai merata ke daerah penyangga. Tercatat Kabupaten Minahasa menyerap 201.728 perjalanan dan Minahasa Utara sebanyak 151.437 perjalanan.

Geliat ekonomi dari sektor ini turut dirasakan oleh industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut mencapai 40,32 persen, naik 2,78 poin (y-on-y). Selain itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) asing juga meningkat menjadi 2,40 hari.

Capaian positif di awal tahun ini menjadi modal kuat bagi Pemprov Sulut untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pasifik melalui sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update