Sulut, - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan upaya peningkatan kesehatan sebagai salah satu sektor keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dan Zoonosis (Infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya).
Impementasinya pun berjalan setelah Pemprov Sulut yang diwakili Kepala Biro Kesra dr Kartika Devi Tanos MARS melakukan konsultasi dengan Kemenko PMK RI di Jakarta, pada September lalu.
Tindak lanjut dari konsultasi ini pun dijawab pemerintah pusat dengan lmplementasi Program Pengendalian dan Pencegahan PIE dan Zoonosis Tertarget dengan Pendekatan One Health yang digelar Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Kamis (09/11/2017) di Manado.
"Kegiatan ini terselenggara sebagai tidak lanjut kemitraan Pemprov Sulut dan Kemenko RI bersama mitra kerja pembangunan serta organisasi internasional, FAO (Food and Agricultur Organization) ECTAD (Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases) to Indonesia, dimana didalamnya akan membahas berbagai hal mengenai zoonosis", ujar dr devi.
"Dengan harapan dapat memberi penguatan sumber daya aparatur, penguatan mekanisme koordinasi, serta sebagai wadah uji coba sistem 'One Health' dalam pencegahan dan pengendalian penyakit", tambahnya.
Dalam program ini telah ditetapkan kabupaten Minahasa sebagai pilot project.
"Saya berharap dipilinya Minahasa, Sulawesi Utara sebagai pilot project kegiatan, ada indentifikasi base lain untuk progres ke depan, serta dapat memberikan outcome positif, Minahasa dapat menjadi contoh", tandasnya. (ven)
