![]() |
| Aktifitas warga memanfaatkan Car Free Day di Teluk Tahuna, Sabtu (18/4) sore. |
SANGIHE, Komentar.co - Program Car Free Day (CFD) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, terus mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Setiap Sabtu sore, kawasan pesisir Teluk Tahuna bertransformasi menjadi ruang publik bebas kendaraan bermotor yang memadukan gaya hidup sehat dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Pantauan di lokasi, Sabtu (18/4/2026), warga memadati jalur mulai dari seputaran Tugu Malahasa atau Pelabuhan Tua hingga wilayah Kelurahan Apengsembeka. Tanpa gangguan kendaraan, masyarakat bebas memanfaatkan area tersebut untuk berbagai aktivitas fisik, mulai dari jalan santai, jogging, bersepeda, hingga olahraga berkelompok seperti Zumba dan Line Dance yang kian populer.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa CFD bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen penting untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk kesehatan, sekaligus menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin masyarakat Sangihe semakin aktif dan menjaga kebugaran,” kata Bupati Thungari saat launching bersama program Gebyar Olahraga Membara pada akhir Maret 2025 lalu.
Selain aspek kesehatan, CFD Sangihe juga berfungsi sebagai wadah sosialisasi komunitas dan edukasi warga. Keberadaan lokasi kuliner, seperti yang berada di belakang TRS Grosir Tahuna, turut mendongkrak ekonomi lokal. Banyak warga yang memilih bersantai menikmati kopi panas dan hidangan khas setelah berolahraga.
"Sangat asyik dan nyaman rasanya. Setelah olahraga, bisa langsung mampir melepas dahaga di tempat kuliner yang berjejer di lokasi CFD," ungkap perwakilan komunitas Zumba secara kompak.
Kesuksesan dan kenyamanan kegiatan ini didukung penuh oleh kesiagaan Dinas Perhubungan Sangihe, melalui petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Sangihe.
Para petugas rutin melakukan sterilisasi jalur untuk memastikan keamanan masyarakat diwilayah CFD.
"Kami akan selalu siap untuk menjaga dan mengatur jalur lalu lintas agar tidak mengganggu kegiatan di tempat yang telah ditentukan," kata Jefri Tatengkeng, petugas DLLAJR Sangihe saat ditemui di lokasi sembari menambahkan bahwa pengaturan lalu lintas khusus ini hanya dilakukan sekali dalam seminggu, yakni setiap Sabtu sore menjelang malam.(Vander)
