Notification

×

Iklan

Sulut Christmas Festival 2018 Digelar, Olly : Masyarakat Sulut Cinta Kedamaian

Sunday, December 2, 2018 | 16:51 WIB Last Updated 2018-12-10T00:30:17Z
Sulut,- Hentakan rebana yang ditabuh menjadi bunyi irama merdu pada pembukaan Sulut Christmas Festival 2018, Sabtu (01/12/2018) di Kawasan Pohon Kasih Megamas, Manado. Penampilan grup kasidah remaja Masjid Firdaus Manado ini menjadi wujud eratnya kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.

Pertunjukan ini pun mendapat apresiasi dari Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H Laoly yang ikut menghadiri iven tahunan ini.

Tak hanya itu, penampilan vokal grup yang menyanyikan lagu-lagu gospel atau rohani Kristen di panggung acara, refleksi natal tentang kerukunan dari Ketua Sinode GMIM Pendeta Hein Arina hingga doa yang disampaikan para pemuka agama semakin memperkuat tema yang diusung pada Christmas Festival kali ini yaitu “Kerukunan Melambangkan Persatuan”.
"Saya bersyukur menjadi Gubernur Sulawesi Utara karena masyarakatnya sangat cinta kedamaian sehingga banyak hal positif yang bisa diselesaikan bersama”, kata Olly.

Menurutnya keberhasilan pembangunan yang ada karena kehidupan masyarakat Sulut yang rukun dan damai serta semua keadaan positif ini karena pertolongan Tuhan.

"Dengan mengandalkan Tuhan tidak ada yang tidak bisa diselesaikan”, ujarnya.

Lebih lanjut, Olly juga mengapresiasi perhatian Presiden RI Joko Widodo terhadap pembangunan infrastruktur di Sulut, misalnya proyek waduk Kuwil di Minahasa Utara dan bendungan di Bolmong yang bakal diresmikan tahun depan. Selain itu pada Desember 2018 ini juga akan dilakukan ujicoba pada sebagian ruas jalan tol Manado-Bitung.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang banyak membantu pembangunan infrastruktur di Sulut”, ucap Olly.

Ditempat yang sama, Menkumham RI Yasonna H Laoly menyampaikan pelaksanaan Sulut Christmas Festival sebagai iven yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan ini selain menguatkan iman juga menjadi iven tahunan yang menjadi ajang pariwisata untuk meningkatkan kemamuran masyarakat," ungkap Yasona.

Menurutnya, Natal adalah peristiwa besar, melakukan perayaan menjadi bentuk penghormatan umat atas anugerah dan kasih-NYA.
"Natal juga adalah peristiwa besar bahwa manusia diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan. Kita sebagai umatNya melakukan perayaan untuk menghormati kasihNya kepada kita”, ungkapnya.

Menariknya, pada pembukaan Christmas Festival ini dirangkaikan dengan penyerahan SK Penegasan Status Kewarganegaraan RI oleh Menkumham RI Yasonna H. Laoly kepada 277 masyarakat Sangihe-Philipina, Philipina-Sangihe yang telah puluhan tahun tinggal di Kota Bitung namun belum memiliki identitas jelas.

"Hak status kewarganegaraan adalah hak konstitusional dan juga hak asasi manusia. Ini merupakan perhatian dari Presiden Jokowi sekaligus perwujudan program nawacita," kata Menteri Yasonna kepada para masyarakat penerima SK Status Kewarganegaraan.

Diketahui, kegiatan lainnya yang dilaksanakan saat pembukaan Christmas Festival 2018, yaitu parade santa, terjun payung, ibadah oikumene, penyerahan bantuan kepada panti asuhan dan konser rohani yang menampilkan bintang tamu Ello Tahitoe.
Pembukaan Christmas Festival turut dihadiri Jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Ketua Panitia Christmas Festival Adriana Dondokambey, Ketua TP PKK Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. 

(Advetorial Humas Pemprov Sulut)





×
Berita Terbaru Update