Seiring waktu berjalan, proyek tersebut sudah dimanafaatkan masyarakat, seperti proyek peningkatan jalan di Jalan Desa Pakuure menuju Desa Sapa, Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Namun sangat disesalkan, proyek berbanderol Dua miliar empat ratus juta (Rp 2,4 miliar) itu, sampai saat ini tidak diketahui sebagian besar warga Pakuure.
Masalah itu juga terkuak di saat kegiatan turun lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel, Jaclyn Koloay, SH, Kamis (16/01/2020), sekira pukul 16.00 wita.
Setahu Jaclyn, dalam buku APBD 2019, sudah tertata anggaran proyek peningkatan jalan Pakuure – Sapa senilai Rp 2,4 milyar. Namun, warga Pakuure saat ditanyai apakah di Tahun 2019 ada proyek di jalan itu, mereka mengaku tidak ada.
"Jadi wajar kan kalau kami bertanya, di mana proyek itu dikerjakan,” sembur politisi yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi warga ini.
Keheranan Koloay kian menjadi-jadi ketika dalam agenda turun lapangan ini, dia tidak terlihat adanya pekerjaan jalan di wilayah tersebut.
“Sudah jauh kami berjalan, hingga berada di ujung jalan yang diaspal, tidak ditemukan pekerjaan jalan yang baru. Lantas dimana proyek Rp 2,4 milyar itu dilaksanakan,” pungkas Koloay sambil geleng-geleng kepala tak percaya.
Jaclyn Koloay yang turun lapangan didampingi Ari Pasla dan Hens Ruus, dua mantan birokrat Esellon II dan John Senduk salah satu aktivis anti korupsi pun mengaku terkejut.
“Tadi sudah kami tanyakan ke beberapa masyarakat yang baru pulang dari kebun, yang melewati jalan itu, mengaku tidak melihat ada pengerjaan peningkatan jalan. Pertanyaan masyarakat ini harus dijawab oleh Dinas Pekerjaan Umum,” tegas John Senduk, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Korupsi itu, seraya ditambahkan Ari Pasla dan Hens Ruus, bahwa hal ini tidak main-main.
"Ini bicara uang negara yang lumayan besar. Jadi masyarakat harus tahu ada kemana anggaran Rp 2,4 miliar ini. Kalau tidak, kita semua tahu apa sanksinya," tandasnya. (Meyvo Rumengan)
