Sulut,- Pekan depan, tepatnya pada 12 Februari 2020, genap empat (4) tahun kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O E Kandouw (OD-SK) memimpin pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara sejak dilantik oleh Presiden Ir Joko Widodo di Istana, 12 Februari 2016 lalu.
Duo top eksekutif Sulut ini pun melakukan berbagai terobosan dengan langkah strategisnya yang terus diwujudkan dalam menjalankan misi pemerintah Sulawesi Utara hingga saat ini. Salah satu diantaranya dengan Gerakan Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, dr Grace Punuh mengatakan Strategi dengan semangat Gerakan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Daerah Nyiur melambai ini.
"Dalam dunia pendidikan pada umumnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sejak kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey,SE sudah 4 penghargaan tingkat nasional yang kantongi yaitu Penghargaan Anugerah Kihajar selama 3 tahun (2017, 2018, 2019) dan Rekor Muri Gubernur Mengajar (2018). Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara," tutur Grace Punuh kepada awak media belum lama ini.
Selang pemerintahan 4 tahun kepemerintahan OD-SK, lanjut dia, grafik angka putus sekolah mengalami penurunan hingga 68 %. Pemerintah terus memacu dengan berbagai program strategis untuk menuntaskan angka putus sekolah di provinsi ini.
"Selain meningkatkan anggaran pembangunan fisik, pembangunan SDM juga terus di tingkatkan dengan peningkatan program Beasiswa, pelatihan dan lain-lain," ujarnya.
Perkembangan paradigma dunia pendidikan kini juga turut menjadi perhatian, banyak lulusan tapi belum mampu menjamin untuk terserap dalam dunia kerja apa lagi membangun dunia kerja. Hal ini menurut Punuh menjadi tantangan tersendiri yang harus di temukan solusinya.
"Dengan melihat perkembangan dunia kerja kini sudah sangat menuntut kompetensi keahlian, maka pemerintah terus memacu kualitas peserta didik dengan meningkatkan integritas Ujian Nasional hampir mencapai 100% dengan asumsi bahwa sekolah di Sulawesi Utara menghasilkan lulusan sesuai dengan Standar Nasional," katanya.
Dari tahun ke tahun pemerintah berupaya mengurangi sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan meningkatkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bahkan di tahun pelajaran 2018/2019 Pelaksananan UNBK di tingkat SMA/SMK sudah mencapai hampir 100%, ujar dia.
"Dengan berbagai keterbatasan sarana dan jaringan Internet yang belum terjangkau 100%, tetapi berbagai upaya pemerintah terus mendorong termasuk dengan memberikan bantuan komputer dan jaringan internet ke 100 sekolah hingga mampu melaksanakan UNBK," sambungnya.
Punuh menambahkan, pemerataan pendidikan juga turut menjadi perhatian, selain menghilangkan stigma sekolah Favourite di beberapa sekolah, juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga sulawesi utara untuk menempuh pendidikan di semua sekolah negeri di sulawesi utara, maka pemerintah menerapakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di tingkat SMA/SMK.
"Berawal hanya di terapkan di 37 sekolah di 4 Kabupaten/Kota (Tahun 2017) kemudian berkembang menjadi 159 sekolah di semua Kab/Kota (tahun 2018) dan berkembang dengan menerapkan sistem Zonasi di tahun 2019 dengan jumlah sekolah yang sama dengan tahun 2018," ungkapnya.
Berikut berbagai capaian ODSK di bidang pendidikan Pencapaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia) adalah 72.2 di atas rata rata Nasional yaitu 71.39 APK dan APM meningkat dengan capaian 102,66%, 92% dari 3383 Sekolah Terakreditasi Trend Alokasi Anggaran Pendidikan dari 2016 - 2019 Naik 13,2 %.
(sulutprov.go.id/ven)
Duo top eksekutif Sulut ini pun melakukan berbagai terobosan dengan langkah strategisnya yang terus diwujudkan dalam menjalankan misi pemerintah Sulawesi Utara hingga saat ini. Salah satu diantaranya dengan Gerakan Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
"Dalam dunia pendidikan pada umumnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sejak kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey,SE sudah 4 penghargaan tingkat nasional yang kantongi yaitu Penghargaan Anugerah Kihajar selama 3 tahun (2017, 2018, 2019) dan Rekor Muri Gubernur Mengajar (2018). Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara," tutur Grace Punuh kepada awak media belum lama ini.
Selang pemerintahan 4 tahun kepemerintahan OD-SK, lanjut dia, grafik angka putus sekolah mengalami penurunan hingga 68 %. Pemerintah terus memacu dengan berbagai program strategis untuk menuntaskan angka putus sekolah di provinsi ini.
"Selain meningkatkan anggaran pembangunan fisik, pembangunan SDM juga terus di tingkatkan dengan peningkatan program Beasiswa, pelatihan dan lain-lain," ujarnya.
Perkembangan paradigma dunia pendidikan kini juga turut menjadi perhatian, banyak lulusan tapi belum mampu menjamin untuk terserap dalam dunia kerja apa lagi membangun dunia kerja. Hal ini menurut Punuh menjadi tantangan tersendiri yang harus di temukan solusinya.
"Dengan melihat perkembangan dunia kerja kini sudah sangat menuntut kompetensi keahlian, maka pemerintah terus memacu kualitas peserta didik dengan meningkatkan integritas Ujian Nasional hampir mencapai 100% dengan asumsi bahwa sekolah di Sulawesi Utara menghasilkan lulusan sesuai dengan Standar Nasional," katanya.
Dari tahun ke tahun pemerintah berupaya mengurangi sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan meningkatkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bahkan di tahun pelajaran 2018/2019 Pelaksananan UNBK di tingkat SMA/SMK sudah mencapai hampir 100%, ujar dia.
"Dengan berbagai keterbatasan sarana dan jaringan Internet yang belum terjangkau 100%, tetapi berbagai upaya pemerintah terus mendorong termasuk dengan memberikan bantuan komputer dan jaringan internet ke 100 sekolah hingga mampu melaksanakan UNBK," sambungnya.
Punuh menambahkan, pemerataan pendidikan juga turut menjadi perhatian, selain menghilangkan stigma sekolah Favourite di beberapa sekolah, juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga sulawesi utara untuk menempuh pendidikan di semua sekolah negeri di sulawesi utara, maka pemerintah menerapakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di tingkat SMA/SMK.
"Berawal hanya di terapkan di 37 sekolah di 4 Kabupaten/Kota (Tahun 2017) kemudian berkembang menjadi 159 sekolah di semua Kab/Kota (tahun 2018) dan berkembang dengan menerapkan sistem Zonasi di tahun 2019 dengan jumlah sekolah yang sama dengan tahun 2018," ungkapnya.
Berikut berbagai capaian ODSK di bidang pendidikan Pencapaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia) adalah 72.2 di atas rata rata Nasional yaitu 71.39 APK dan APM meningkat dengan capaian 102,66%, 92% dari 3383 Sekolah Terakreditasi Trend Alokasi Anggaran Pendidikan dari 2016 - 2019 Naik 13,2 %.
(sulutprov.go.id/ven)







