Sangihe, - Pekerjaan pembangunan Embung Kampung Malamenggu Lingdongan 1 Kecamatan Tabukan Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe jadi viral di group sosial media Potensi Pemabangunan Sangihe, Nusa Utara, gara-gara pada tahun 2019 sempat mandek atau terdiam tanpa pekerjaan.
Hal ini tentu saja kian menjadi trendyng topic. Pasalnya, proyek penampung air raksasa mirip danau, pagu anggaran Rp. 300.000 dengan ukuran 15 X 15 M, tinggi kurang lebih 2 meter ini, menuai berbagi tanggapan masyarakat.
Senin (29/6/2020), JAP Raymond Pontoh Pemerintah Kampung (Kapitalaung) Malamenggu Kecamatan Tabukan Selatan, mengklaim bahwa proyek itu sementara dikerjakan.
Namun keadaan cuaca saat ini curah hujan disebabkan bahan sangat sulit harus berada dilokasi.
"Sementara ini saya punya kebijakan bahan diletakan diujung aspal, nantinya masyarakat akan mengakut bahan degan mengunakan tenaga menual karena keadaan lokasinya. Tapi saya tetap bersedia untuk bertanggungjawab sebagai kapitalaung," katanya.
Mengenai kicauan masyarakat di sosial media, Kapitalaung Malamenggu JAP Raymond Pontoh menyesalkan hal itu, namun ia memakluminya.
"Saya harapkan kepada masyarakat dapat mendukung saya, jangan dulu membuat sesuatu uanh tidak betul. Marilah kita saling mengdukung dalam pembangunan agar berdampak lebih bail untuk bumi Nusa Utara tercinta ini," tegas JAP. (Yan Salasa)
Hal ini tentu saja kian menjadi trendyng topic. Pasalnya, proyek penampung air raksasa mirip danau, pagu anggaran Rp. 300.000 dengan ukuran 15 X 15 M, tinggi kurang lebih 2 meter ini, menuai berbagi tanggapan masyarakat.
Senin (29/6/2020), JAP Raymond Pontoh Pemerintah Kampung (Kapitalaung) Malamenggu Kecamatan Tabukan Selatan, mengklaim bahwa proyek itu sementara dikerjakan.
Namun keadaan cuaca saat ini curah hujan disebabkan bahan sangat sulit harus berada dilokasi.
"Sementara ini saya punya kebijakan bahan diletakan diujung aspal, nantinya masyarakat akan mengakut bahan degan mengunakan tenaga menual karena keadaan lokasinya. Tapi saya tetap bersedia untuk bertanggungjawab sebagai kapitalaung," katanya.
Mengenai kicauan masyarakat di sosial media, Kapitalaung Malamenggu JAP Raymond Pontoh menyesalkan hal itu, namun ia memakluminya.
"Saya harapkan kepada masyarakat dapat mendukung saya, jangan dulu membuat sesuatu uanh tidak betul. Marilah kita saling mengdukung dalam pembangunan agar berdampak lebih bail untuk bumi Nusa Utara tercinta ini," tegas JAP. (Yan Salasa)

