Proses Penggalian Waruga 'Wanua Tua Wia Dap-dap', Dihari Ke-3, Sudah 4 Unit Terangkat

Lengkong: "Bila Ada Mau Berpartisipasi, Untuk Perbaikan Waruga, Silahkan. Tapi Ingat, Kami Disini Bekerja Bukan Cari Uang"

Minahasa Utara, - Prosesi penggalian Waruga Tua Wia Dap-dap' yang sebelumnya ditemukan oleh Tommy Luntungan, Buang Lengkong, dan Tim Adat-Budaya dibawah komando Tonaas Andre Lengkong yang diketahui memiliki talenta berkomunikasi untuk dua dunia, telah memasuki hari yang ke-3 (sejak penemuan Sabtu 4 Juli 2020), dan mulai digali Minggu 5 Juli 2020.

Proses penggalian berlangsung panjang karena Waruga yang digali ternyata bukan hanya satu (1) unit saja, namun lebih.
Hari Minggu 4 Juli Tim mendapati sebuah tutup (atap/kubah) Waruga. 
Namun setelah 1 buah Waruga itu terangkat (termasuk serpihan dan pecahan esoknya Senin 5 Juli 2020, pada penggalian kedua, Tim mendapati 2 buah tutup Waruga lain.
"Jadi kita lanjutkan keesokan harinya Selasa (07/07/2020), dan kami kembali mendapati 1 (tutup Waruga) lagi, dalam keadaan mengenaskan (rusak lebih parah dari sebelumnya)," urai Lengkong sembari menambahkan bahwa total Waruga yang dapat diangkat hari ini sudah 4 unit, "Kami angkat sampai hari ini sudah empat (4) unit".


Haru, sedih dan bahagia bercampur dihati semua yang hadir, karena mendapati ke-4 Waruga itu diduga kuat sudah dijarah dan rusak orang atau kelompok-kelompok tertentu, karena mengincar benda - benda pusaka sakti didalamnya.
"Penjarahan ini sudah terjadi lebih dari 2 kali. Dapat kita lihat pada susunan tanah yang ada, beberapa Waruga yang sudah dijarah kemungkinan besar tambah dihancurkan agar sulit untuk dikenali lagi," urai Andre Lengkong.

Disentil, apabila ada pihak yang berniat membantu atau berpartisipasi baik uang, tenaga maupun bahan-bahan.penunjang normalisasi Waruga-waruga yang ada, Lengkong berharap agar pemberian itu murni lahir dari niat baik tanpa ada embel-embel atau tujuan tertentu.

"Bila ada mau berpartisipasi, untuk perbaikan waruga, silahkan. Tapi ingat, kami disini bekerja nukan cari uang, tapi murni memberi diri untuk menjaga, memelihara dan menata kembali semua Waruga yang dirusak orang atau alam," tegasnya.
Sikap tegas ini diambil dan disepakati semua, mengingat bukan hanya para leluhur saja yang tidak suka, namun harga diri serta nama baik daripada semua, sebaiknya dijaga.
" Terlalu besar jasa mereka para leluhur. Jadi sudah sepantasnya torang memberi diri merawat semua peninggalan orang-orangtua yang telah mendahului torang. Jadi, kalau ada partisipasi, silahkan tapi jangan coba-coba menggiring bantuan dan peristiwa itu ke politik," tukas Buang Lengkong.


Usai membersihkan penutup Waruga ke-4 yang diangkat hari ini, semua hadirin menutup kegiatan dengan ritual Doa, kemudian pulang beristirahat di kediaman masing-masing, untuk melanjutkan penggalian besok. (Ventje)

No comments

Powered by Blogger.