MINUT, Komentar.co - Minggu (27-02-2022), merupakan hari paling sulit dilupakan oleh Keluarga, ketika jasad Marsela Nangkoda (9 tahun), warga Desa Sawangan jaga VII Kecamatan Airmadidi, ditemukan sudah tak bernyawa akibat terseret arus Daerah Aliran Sungai (DAS Tondano) yang melintasi Desa Sawangan.
Sesuai keterangan saksi lelaki Gabriel (9), teman Korban, saat itu dia dan Marsela (korban) sedang bermain di pinggir DAS Tondano, dengan maksud mau mandi di pinggiran sungai. Tiba-tiba korban terjatuh dan hanyut terbawa arus DAS Tondano yang dikenal cukup deras.
Novrita Saikat (42) ibu dari korban menerangkan, pada pukul 12:00 Wita, dirinya dan korban sedang tidur di rumahnya. Saat wanita itu terbangun korban sudah tidak berada di rumah.
Nanti pada pukul 16:30 Wita, Ia didatangi Gabriel teman korban, memberitahu kalau korban hanyut di sungai Sawangan (DAS Tondano), sehingga saksi langsung menyuruh kakak dari korban melapor ke Stendry Wangke Hukumtua Desa Sawangan.
Dilain saksi, lelaki Refly Dengah (31) warga Kelurahan Airmadidi Atas membenarkan adanya informasi itu. Sekira pukul 16:10 Wita, dirinya mendegar pengumuman lewat pengeras suara bahwa ada seoarang anak yang hanyut di DAS Tondano tepatnya Desa Sawangan jaga IX Kecamatan Airmadidi, sehingga saksi langsung bergabung mencari korban bersama rombongan Hukumtua Sawangan sampai di radius sekitar 3 kilometer dari tempat korban hanyut.
"Dia juga mendapat telpon dari Hansip kami, yang mana ada seorang anak hanyut di DAS Tondano, sehingga saksi bersama rombongan sukarelawan langsung lakukan pencarian di tiga titik lokasi," beber Hukumtua Sawangan Stendry Wangke.
Lanjutnya, pada Pukul 17:48 Wita, Korban berhasil di temukan dengan jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awalnya korban hanyut dan tersangkut di antara batu sungai."Korban ditemukan tidak berpakaian karena hendak mandi diaungai, sudah tak bernyawa, dengan posisi telungkup, mengeluarkan darah dari hidung. Disaksikan semua yang hadir, jasad korban langsung dievakuasi ke rumahnya," urainya.
Wangke menambahkan, kasus ini sudah di tangani oleh Polres Minut, guna penyelidikan lanjutan, sedangkan pihak keluarga menolak melakukan Otopsi.
"Korban rencananya akan di makamkan besok (Senin 28 Februari 2022), waktunya masih di bicarakan oleh pihak keluarga. Pemakaman akan dilakukan di TPU Desa Sawangan, sampai saat ini keluarga masih menunggu kakak korban, dari tempat dia bekerja," tandasnya.
Berikut tim gabungan yang turun langsung dalam pencarian Marsela Nangkoda korban hanyut di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano:
- Team Samapta Polres Minut,
- Hukumtua Desa Sawangan Stendry Wangke SH,
- Wakil Ketua DPRD Minut Olivia Mantiri,
- Babinsa Sawangan Sertu Jemmy klKorinus
- Tim SAR dan Masyarakat Desa Sawangan dan Kelurahan Airmadisi Bawah. (Baker)