![]() |
| Komisi II DPRD Minut dan Dinas PUPR saat meninjau lokasi terputusnya akses jalan di Jaka 9, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara. |
MINUT, Komentar.co - Ketika pemerintah sedang terkonsentrasi oleh dampak bencana banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah Kecamatan Wori, Likupang Selatan, Dimembe dan Kecamatan Kema, ternyata masih ada desa yang jalan akses masuk ke salah satu jaga, dapat dikata terisolir.
Pasalnya, akses jalan jaga (9) di Desa Maumbi Kacamatan Kalawat, ambruk (longsor), sehingga kendaraan angkutan umum jenis mikrolet dan sejenisnya tidak bisa melintas.
Terpantau, sedikitnya ada 4 titik longsor sehingga akses jalan saat ini rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.
"Akses jalan kami putus. Kami terisolir karena jalan ini satu-satunya penghubung keluar ke jalan raya," keluh Feybe Lasuasa, warga setempat, Senin (30/1/2023).
Jika ada jalan altetnatif lain, kata dia, warga tidak akan mengeluh, mengingat sampai saat ini pemerintah masih membenahi beberapa wilayah terdampak bencana banjir lainnya.
"Ada 9 kendaraan roda empat yang sudah 4 hari terisolasi. Kendaraan kami ini tidak bisa keluar. Kami tidak bisa mencari nafkah lagi. Kami harap Pemkab Minut dapat memperbaiki akses jalan kami ini," ujarnya.
"Harapan kami ada bantuan dibangun akses jalan darurat. Agar kami tidak kelaparan di sini," sambungnya.
Menindaklanjuti laporan dan keluhan warga, Ketua Komisi II DPRD Minahasa Utara Stendy S Rondonuwu bersama Dinas Pekerjaan Umum Minut langsung turun lapangan (turlap), melihat langsung lokasi akses jalan yang sudah terputus.
"Saya sebagai wakil rakyat DPRD Minut bermohon kepada Pemkab Minut untuk secepatnya memperbaiki akses jalan yang ada di jaga 9 desa Maumbi," ucapnya.
Menurutnya Kabupaten Minahasa Utara saat ini sudah ditetapkan tanggap darurat bencana, jadi sangat layak perbaikan akses jalan ini menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).
"Ada biaya tak terduga (BTT) untuk bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebaiknya dipakai untuk pembangunan akses jalan tersebut," ujar Rondonuwu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Minut.
Ia mengatakan, ada 4 titik longsor yang merusak akses badan jalan yang sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Secepatnya pemerintah memperbaiki akses jalan ini. Karena akses jalan ini menjadi jalan utama warga kalau tidak warga terisolasi terus," katanya.
Dilokasi peninjauan, Kepala Dinas PUPR Minut Noldy Kilapong melalui PPK Bidang Bina Marga Hamka Mamonto, ST menjelaskan untuk pembangunan akses jalan jaga 9 desa Maumbi memakan anggaran yang cukup besar.
"Perbaikan akses jalan ini sangat memakan anggaran cukup besar kalau menggunakan anggaran BTT pasti tidak cukup. Kita akan cari solusi bersama kalau bisa kita gunakan pos anggaran BPBD Minut," katanya.
Ia menambahkan, akses jalan jaga 9 Desa Maumbi bisa dapat diperbaiki secepatnya.
"Kami akan berupaya, meskipun hanya darurat jalan ini bisa diperbaiki secepatnya, agar warga tidak terisolasi lagi," pungkasnya. (Baker)
