![]() |
| Pembukaan Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025 di Atrium Mantos 1, Selasa (18/11). Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling melalui Wakil Gubenur Victor Mailangkay secara resmi membuka kegiatan Sulut Riset dan Inovasi Expo yang digelar Atrium Mantos 1, Selasa (18/11/2025).
Pada kesempatan itu, Wagub Victor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan yang esensial dan transformatif, jembatan yang mempertemukan ide-ide cemerlang dari para akademisi.
Lanjutnya, inovasi merupakan denyut nadi perkembangan pembangunan berkelanjutan.
"Kita harus berfokus pada cara-cara yang bijaksana dalam pencarian trobosan dengan memanfaatkan energi terbarukan," katanya.
Ia pun meminta kepada peneliti dan akademisi untuk melanjutkan inovasi, dan kepada pelaku usaha jangan pernah ragu untuk terus berinovasi.
"Indonesia dan Sulawesi Utara membutuhkan energi kreatif. Mari kita menjadikan fokus ekonomi biru dan hijau secara langsung guna mendukung ekonomi daerah pada tahun 2026,” ajak Mailangkay.
Ditempat yang sama, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulut, Novita Lumintang menyampaikan bahwa Balitbangda Sulut melaksanakan Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025, dengan tema “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Melalui ekonomi Biru dan Ekonomi Hijau".
Lumintang menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan ini sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peran daerah dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menindaklanjuti arah kebijakan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Badan Riset Dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Tata Kelola Riset Dan Inovasi Di Daerah.
“Dalam kegiatan ini, para peserta menghadirkan beragam karya inovatif yang mencerminkan penguatan ekosistem riset serta kreativitas masyarakat Sulawesi Utara dalam mendukung terbangunnya ekosistem riset dan inovasi berbasis ekonomi biru dan ekonomi hijau,” jelasnya.
Karya yang ditampilkan lanjutnya, mencakup produk ramah lingkungan, teknologi pengolahan limbah, pemanfaatan energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, aplikasi digital, hingga perangkat edukatif berbasis teknologi.
"Keberagaman inovasi tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi biru dan ekonomi hijau di Sulawesi Utara tumbuh melalui kontribusi nyata para insan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat yang berkolaborasi untuk menghadirkan solusi berkelanjutan serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global," kuncinya.(ven)
