![]() |
| Gubernur Yulius Selvanus tampak berdialog dengan salah satu sopir Bus di Terminal Malalayang. Foto: Istimewa |
MANADO, Komentar.co - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan arus mudik di Terminal Malalayang, Manado, pada Rabu (18/3/2026).
Langkah proaktif ini diambil guna menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan optimal menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya, Gubernur Yulius memantau langsung alur keberangkatan bus antarprovinsi, mengecek aktivitas loket tiket, hingga berdialog dengan para penumpang serta pedagang kaki lima di area terminal.
Peninjauan ini bertujuan memetakan kendala lapangan yang dihadapi pemudik jalur darat.
Salah satu poin krusial yang ditemukan dalam pemantauan tersebut adalah laporan mengenai keterlambatan keberangkatan armada bus. Masalah ini dipicu oleh antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menghambat mobilisasi bus antarprovinsi.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa persoalan BBM ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mengingat tingginya harga dan sulitnya akses tiket pesawat saat ini, transportasi darat dan laut menjadi tumpuan utama masyarakat, khususnya untuk rute menuju Gorontalo dan Palu.
“Kita tahu bahwa tiket pesawat sekarang sangat sulit dicari. Alternatifnya hanya jalur laut atau darat. Untuk rute jarak dekat, masyarakat cenderung memilih jalur darat, sehingga kesiapan armada sangat vital,” ujar Gubernur Yulius kepada awak media.
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan warga, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyiapkan skema pengamanan komprehensif.
Gubernur YSK mengungkapkan bahwa terdapat 80 titik pemantauan dan pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Utara guna menjamin kelancaran arus mudik maupun arus balik nantinya.
“Pengamanan sudah kita gelar. Ada 80 titik di Sulawesi Utara untuk memastikan mobilisasi warga berjalan lancar. Ini yang terus kita antisipasi hingga masa arus balik tiba,” jelasnya.
Di sela peninjauan, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini juga memberikan imbauan tegas terkait keselamatan berkendara.
Dirinya meminta para sopir dan pemudik mandiri untuk tidak memaksakan kecepatan dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
Selain keselamatan di jalan, Gubernur YSK mengingatkan warga yang akan meninggalkan rumah agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal maupun kebakaran.
YSK menyarankan agar warga menitipkan rumah kepada tetangga atau pihak keamanan setempat selama masa mudik.
Langkah turun lapangan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Sulawesi Utara yang tengah bersiap merayakan momen Idulfitri di kampung halaman. (*/ven)



