Notification

×

Iklan

Pawai Takbiran 2026, Gubernur Yulius: Cerminan Kuatnya Toleransi Beragama

Saturday, March 21, 2026 | 14:34 WIB Last Updated 2026-03-21T06:34:37Z
Gubernur Yulius Selvanus Komaling saat melepas peserta Pawai Malam Takbiran di Lobi Kantor Gubernur Sulut, Jumat (20/3) malam. Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), secara resmi melepas peserta Pawai Malam Takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung di lobi Kantor Gubernur Sulut, Jumat (20/3/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius mengaku bangga menyaksikan partisipasi aktif warga yang menghadirkan ratusan kendaraan hias bernuansa religi.

Ia menyebut volume kepesertaan tahun ini merupakan yang paling masif dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya ini menjadi potret kerukunan dan cermin kuatnya tolerasnsi umat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

"Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. Menurut saya, ini (peserta) yang terbanyak. Malam ini adalah momentum kebahagiaan, di mana kita semua telah memenangkan diri usai menjalani ibadah puasa," ujar Gubernur Yulius di hadapan para peserta.

Di tengah suasana penuh sukacita, orang nomor satu di Sulawesi Utara ini tetap menyelipkan pesan kemanusiaan.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak larut dalam euforia semata, melainkan tetap menaruh kepedulian terhadap warga yang tengah tertimpa musibah.

“Di tengah sukacita ini, kita juga harus melihat saudara-saudara kita di daerah lain yang masih berbenah pasca bencana. Mari kita terus mendoakan agar mereka segera dipulihkan,” tuturnya menekankan pentingnya aspek solidaritas sosial.

YSK juga menilai bahwa kemeriahan pawai yang berjalan tertib ini merupakan cerminan nyata dari kuatnya moderasi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi identitas Sulawesi Utara.

Dari sisi teknis penyelenggaraan, panitia pelaksana menerapkan aturan ketat demi menjamin keamanan dan kenyamanan publik. Kendaraan roda dua maupun angkutan kota (mikrolet) dilarang bergabung dalam iring-iringan guna menghindari kemacetan panjang serta potensi gangguan ketertiban di jalan raya.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus pawai didominasi oleh mobil hias dengan berbagai replika rumah ibadah dan dekorasi islami. Lantunan takbir dan musik religi yang menggema dari pengeras suara menciptakan atmosfer hangat yang menyatukan ribuan warga di sepanjang rute yang dilewati.

Pawai Malam Takbiran ini berakhir dengan situasi kondusif di bawah pengawalan ketat aparat keamanan, menandai dimulainya perayaan hari kemenangan bagi umat Muslim di Sulawesi Utara. (*/ven)




×
Berita Terbaru Update