![]() |
| Malam Grand Final Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (21/4). Foto: Istimewa |
MANADO, Komentar.co - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dinas Kesehatan mengambil langkah inovatif dalam menekan angka stunting dengan menyasar generasi muda.
Hal ini diwujudkan melalui perhelatan Grand Final Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja tingkat Provinsi yang berlangsung meriah di Manado Town Square, Jumat (24/4/2026).
Ajang ini diproyeksikan menjadi ruang edukasi strategis untuk memutus rantai stunting sejak dini dengan memosisikan remaja sebagai ujung tombak dalam menyebarkan kesadaran kesehatan kepada teman sebaya (peer group).
Ketua TP PKK Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, yang hadir langsung sebagai juri kehormatan, menegaskan bahwa peran remaja sangat krusial sebagai agen perubahan.
Menurutnya, pendekatan edukatif dari remaja ke remaja jauh lebih efektif dan relevan di era digital saat ini.
“Pendekatan kepada remaja harus sesuai dengan dunia mereka. Edukasi mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, hingga pola hidup sehat perlu disampaikan secara masif, baik lewat interaksi langsung maupun media sosial,” ujar Anik di sela kegiatan.
First Lady Sulut ini juga menggarisbawahi bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya dilakukan saat masa kehamilan, melainkan harus dimulai jauh sebelumnya.
Kesiapan fisik, pemahaman tentang kesehatan tubuh, asupan gizi yang baik, hingga pemahaman terkait usia pernikahan yang ideal merupakan bekal utama yang harus dimiliki remaja sebelum kelak menjadi orang tua.
Ajang pemilihan ini diikuti oleh perwakilan putra dan putri terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek penampilan, namun lebih kepada kedalaman pemahaman, gagasan inovatif, serta kemampuan komunikasi publik dalam mengampanyekan isu stunting.
Antusiasme yang tinggi dari peserta menunjukkan bahwa isu kesehatan mulai menjadi prioritas di kalangan anak muda Sulut.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan kaum milenial ini dinilai menjadi kunci utama dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah "Bumi Nyiur Melambai".
Melalui kehadiran para duta terpilih, Pemprov Sulut optimis upaya penurunan stunting akan lebih inklusif dan partisipatif.
Para duta ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol semata, melainkan motor penggerak edukasi yang nyata di tengah masyarakat guna menyiapkan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan berdaya saing global. (*/ven)
