![]() |
| Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Pelaksanaan kompetisi sepak bola Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara 2026 sukses mencuri perhatian publik. Meski dipersiapkan dalam waktu singkat, panitia pelaksana (Panpel) yang dipimpin oleh sosok muda, Figther Aprilian, dinilai berhasil menyelenggarakan turnamen berkualitas tinggi yang diikuti oleh 12 klub se-Sulawesi Utara.
Antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi di dua lokasi pertandingan, yakni Stadion Klabat Manado dan Lapangan Lantamal Kairagi.
Puncaknya terjadi pada laga final antara Persma 1960 melawan Bolsel FC di Stadion Klabat, yang dihadiri langsung oleh sekitar 8.000 penonton. Tak hanya di tribun, euforia juga merambah ke ranah digital dengan jumlah penonton live streaming yang menembus angka 9.800 pemirsa.
Sekretaris Panitia Pelaksana, Dr. Fiko Onga, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan momentum kebangkitan sepak bola daerah.
"Ini euforia yang luar biasa dan tidak boleh berhenti di sini," ujar Fiko, yang juga merupakan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara ini pada kegiatan Ngopi "Ngobrol Pintar" Bareng JIPS dan Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Piala Gubernur Sulut, Kamis (23/4/2026).
Menurut mantan Ketua Askab PSSI Boltim ini, kesuksesan ini tidak lepas dari instruksi langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Berdasarkan hasil koordinasi Panpel dengan PSSI Pusat, penyelenggaraan Liga 4 zona Sulut mendapatkan apresiasi khusus karena standar pelaksanaannya yang tinggi.
"Stadion Klabat kami kelola dengan standar Liga 2, itu menjadi salah satu poin penilaian penting dari pusat. Selain itu, tata kelola administrasi sangat rapi, di mana tidak ada satu pun perangkat pertandingan yang mengeluh soal hak atau operasional," jelas Fiko.
Prestasi manajerial ini membuahkan hasil manis bagi persepakbolaan Bumi Nyiur Melambai. PSSI Pusat akhirnya memberikan jatah dua slot bagi Sulawesi Utara untuk melaju ke Putaran Nasional Liga 4 musim 2025/2026, yang akan diwakili oleh Persma 1960 dan Bolsel FC.
Guna memperkuat amunisi di tingkat nasional, Gubernur Yulius Selvanus mengambil langkah strategis dengan merangkul manajemen 12 klub peserta.
Orang nomor satu di Sulut ini meminta agar klub-klub yang belum lolos bersedia melepaskan talenta terbaik mereka untuk memperkuat Persma 1960 dan Bolsel FC.
"Gubernur menekankan bahwa di tingkat nasional, bukan lagi bicara soal egosentris klub, melainkan kebanggaan daerah (pride). Hasilnya, seluruh klub sepakat mendukung. Beberapa pemain terbaik dari klub lain kini sudah resmi bergabung melalui proses administrasi PSSI yang transparan," pungkas Fiko.
Langkah diplomasi dan pola pendekatan Gubernur yang mampu mencairkan suasana di kalangan official dan pemain ini dinilai menjadi kunci sukses dalam membentuk "Tim Impian" Sulut guna bersaing di kancah nasional. (ven)
