Notification

×

Iklan

Tiga Dekade Otonomi Daerah, Gubernur Yulius Selvanus Instruksikan 6 Langkah Strategis di Sulut

Monday, April 27, 2026 | 11:25 WIB Last Updated 2026-04-27T03:26:20Z
Peringatan Hari Otonomi Daerah dilingkup Pemerintah Provinsi Sulwesi Utara, Senin (27/4) pagi.


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan visi besar nasional.

Hal ini disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (27/4/2026).

Membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita".

Tema tersebut memosisikan otonomi daerah sebagai alat vital dalam mempercepat pemerataan pembangunan melalui kemandirian pengelolaan potensi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius memaparkan enam langkah strategis yang akan menjadi kompas pelaksanaan otonomi daerah ke depan.

Poin utama meliputi Integrasi Perencanaan untuk menghapus duplikasi anggaran, serta Reformasi Birokrasi berbasis hasil (outcome) melalui digitalisasi pemerintahan yang lincah.

“Kita juga mendorong penguatan Kemandirian Fiskal agar daerah inovatif meningkatkan pendapatan tanpa bergantung penuh pada pusat, serta mempererat Kolaborasi Antarwilayah untuk mengatasi masalah lintas batas seperti transportasi dan banjir,” kata Gubernur Yulius.

Selain itu, fokus pada Layanan Dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan air bersih tetap menjadi prioritas utama guna menekan ketimpangan.

Top eksekutif Sulut ini juga menekankan pentingnya Ketahanan Daerah dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi maupun bencana dampak perubahan iklim.

Selaras dengan arahan Presiden RI, Gubernur Yulius mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bumi Nyiur Melambai untuk menerapkan prinsip efisiensi ketat.

Ia meminta jajarannya meninggalkan budaya seremonial yang berlebihan dan beralih pada program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

"Tiga dekade otonomi ini harus menjadi pijakan. Kebijakan kita harus berpihak pada rakyat, mulai dari swasembada pangan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan UMKM," tegasnya menutup sambutan.

Diketahui, upacara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda Sulut, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta seluruh aparatur di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update