![]() |
| Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) turun lapangan secara masif pasca-cuaca ekstrem melanda wilayah Sulawesi Utara.
Langkah "jemput bola" ini diambil guna memantau kerusakan infrastruktur publik serta menyerap keluhan warga secara langsung di luar agenda rapat formal parlemen.
Dalam aksi turlap tersebut, para legislator berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendata dampak kerusakan pada fasilitas umum serta kerugian di sektor pertanian dan perikanan akibat cuaca buruk.
Selain menjaring aspirasi, anggota DPRD Sulut juga mengawal proses distribusi bantuan darurat agar tepat sasaran kepada para korban terdampak.
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen, menegaskan bahwa peninjauan langsung ini sangat krusial guna mendapatkan data pembanding yang valid antara laporan di atas kertas dan realitas di lapangan.
Menurutnya, respons cepat dari pemerintah daerah sangat bergantung pada akurasi data kebutuhan mendesak masyarakat.
"Mendengar langsung suara masyarakat di lapangan memberikan kita potret yang utuh tentang apa yang benar-benar mereka butuhkan saat ini. Tugas kami adalah memastikan pemerintah hadir dengan solusi cepat," ujar Fransiscus di sela-sela peninjauan lokasi.
Langkah responsif para wakil rakyat ini mendapat sambutan baik dari warga setempat yang mengharapkan adanya perbaikan fasilitas publik dalam waktu dekat. Komitmen pengawalan aspirasi ini nantinya akan dibawa ke tingkat komisi untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait dalam bentuk program pemulihan pascabencana. (*/ven)
