Pemindahan Sementara Aktivitas Pelabuhan Nusantara Tahuna
![]() |
| Sumber Dinas Kominfo Sangihe. |
SANGIHE, Komentar.co - Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna resmi mengumumkan pemindahan sementara aktivitas tambatan kapal dari Pelabuhan Nusantara Tahuna ke Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara.
Kebijakan ini menyusul adanya proyek perbaikan dan rehabilitasi fasilitas intensif yang sedang berlangsung di Pelabuhan Nusantara Tahuna.
Langkah taktis tersebut tertuang dalam surat resmi Kantor UPP Kelas II Tahuna Nomor UM.002/09/17UPP.THN-2026.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga telah menyebarluaskan pengumuman ini secara masif melalui kanal media sosial resminya demi menjamin keterbukaan informasi publik.
Pengalihan operasional pelabuhan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, terhitung mulai tanggal 12 hingga 18 Juli 2026.
Kebijakan ini diambil lantaran proyek rehabilitasi menyeluruh di Pelabuhan Nusantara Tahuna ditargetkan berjalan hingga 31 Desember 2026, sehingga area tambatan yang tersisa harus diprioritaskan khusus untuk aktivitas bongkar muat Kapal Tol Laut.
Adapun jenis armada laut dan rute perjalanan yang dialihkan sementara ke Pelabuhan Petta meliputi: Kapal Perintis (seluruh rute), Kapal Penumpang rute Manado – Tahuna (PP), Kapal Penumpang rute Ulu Siau – Tahuna (PP), Kapal Penumpang rute Melonguane (Talaud) – Tahuna (PP).
Otoritas pelabuhan memastikan bahwa tidak ada pengurangan armada maupun perubahan layanan demi tetap menjaga pemenuhan kebutuhan mobilitas masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Pengalihan ini murni bersifat perpindahan lokasi sandar darurat demi kelancaran arus logistik tol laut dan keselamatan pelayaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan proyek rehabilitasi di Pelabuhan Nusantara Tahuna saat ini memang tengah dikebut. Keberadaan material serta alat-alat berat penunjang proyek di area pelabuhan sempat memicu keluhan dari warga dan calon penumpang karena dinilai mengganggu kenyamanan.
Kendati menuai sorotan publik, pihak otoritas menegaskan bahwa pemindahan jalur ini mutlak dilakukan atas dasar faktor keamanan (safety priority) kerja dan keselamatan penumpang.
Guna mengantisipasi misinformasi, Pemkab Sangihe bersama UPP Kelas II Tahuna mengimbau para calon penumpang untuk proaktif memantau pembaruan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal yang disediakan di loket-loket tiket resmi Pelabuhan Tahuna.
"Masyarakat dan pengguna jasa Pelabuhan diharapkan menyesuaikan jadwal keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan," tulis Diskominfo Sangihe dalam rilis tertulisnya
Situasi operasional pelabuhan dipastikan akan dikembalikan normal seperti biasa setelah masa penyesuaian sepekan ini selesai dan kondisi teknis pelabuhan dinilai telah aman. (Vander)
