Notification

×

Iklan

Anik Yulius Selvanus Hadirkan Pesan Global Lewat Lagu Wajib Choir Competition World Coconut Day 2026

Thursday, October 8, 2026 | 01:18 WIB Last Updated 2026-10-07T17:18:24Z
Pembukaan Choir Competition World Coconut Day 2026, Rabu (7/10). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, secara resmi membuka Choir Competition (Kompetisi Paduan Suara) dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) 2026. Kegiatan berskala internasional ini dipusatkan di Ballroom Courtyard by Marriott, Grand Kawanua, Manado, pada Rabu (7/10/2026).

Pembukaan ajang bergengsi ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Direktur Jenderal International Coconut Community (ICC) Dr. Jelfina C. Alouw, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sulut dan para delegasi mancanegara.

Dalam kompetisi ini, seluruh tim paduan suara diwajibkan membawakan lagu bertajuk “Coconut for the World”, sebuah karya seni yang diciptakan langsung oleh Anik Yulius Selvanus. Lagu tersebut secara khusus menyampaikan pesan mendalam mengenai komoditas kelapa sebagai sumber pangan, energi, dan penghidupan, yang dipadukan secara harmonis dengan potensi kearifan lokal.

"Paduan suara bukan sekadar kemampuan teknik bernyanyi, melainkan media yang mengajarkan disiplin, kebersamaan, saling mendengar, dan menghargai perbedaan. Beragam suara yang menyatu mampu melahirkan harmoni indah, merefleksikan semangat gotong royong dalam membangun Sulawesi Utara," ujar Anik dalam sambutannya.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Ketua Umum Panitia WCD 2026 sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan. Ia menegaskan bahwa gubahan lagu karya istri orang nomor satu di Sulut tersebut memberikan roh tersendiri bagi pergelaran budaya tahun ini.

"Lagu Coconut for the World karya Ibu Anik memberi makna khusus bagi kompetisi ini. Melalui seni paduan suara, pesan tentang kelapa dan kebersamaan dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh serta memperkenalkan potensi Sulawesi Utara kepada para tamu dan delegasi,” ujar Jemmy Ringkuangan.

Menurutnya, melalui pendekatan seni, diplomasi potensi daerah dapat tersampaikan secara menyentuh kepada para delegasi dunia.

Sebagai bagian dari perayaan World Coconut Day 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober, kompetisi ini menjadi panggung strategis bagi Sulawesi Utara untuk menyatukan aspek seni, budaya, dan ekonomi.

Di tengah tema global "Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods", ajang ini sukses menjadi ruang kreativitas sekaligus sarana memperkenalkan identitas Bumi Nyiur Melambai ke kancah global. (*/ven)


Post Views: 2419

Iklan

×
Berita Terbaru Update