Notification

×

Iklan

LPMPP Unsrat Gerak Cepat Matangkan Kurikulum Pekerti-AA

Friday, November 6, 2026 | 21:18 WIB Last Updated 2026-11-08T10:19:10Z
Pra-FGD Penyusunan Sistem dan Dokumen Kurikulum Pekerti-AA, Kamis (5/11). Foto: Istiemewa


MANADO, Komentar.co -
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang meraih legalitas sebagai penyelenggara Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional-Applied Approach (Pekerti-AA).

Merespons kepercayaan nasional tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar agenda Pra-FGD Penyusunan Sistem dan Dokumen Kurikulum Pekerti-AA di Kampus Unsrat, Manado, Kamis (5/11/2026).

Langkah strategis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut setelah Unsrat terpilih masuk dalam jajaran 74 perguruan tinggi elite di Indonesia yang mengantongi sertifikasi legalitas tersebut dari ribuan institusi yang ada. Untuk mengimplementasikan amanah tersebut, LPMPP Unsrat mengumpulkan sekitar 50 dosen penyusun kurikulum guna merumuskan kerangka awal sistem pelatihan.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris LPMPP Unsrat, Esry Olly H. Laoh, yang hadir mewakili Kepala LPMPP Unsrat, Max Rivolta John Runtuwene. Dalam penyampaian terpisah, Max Runtuwene menegaskan bahwa status Unsrat sebagai penyelenggara resmi menuntut kesiapan infrastruktur akademik dan teknologi yang matang.

"Dalam pelaksanaan Pekerti-AA, diperlukan sistem penyelenggaraan terintegrasi secara daring (online) dan luring (offline) yang didukung oleh sistem Massive Open Online Course (MOOC) yang memadai. Oleh karena itu, LPMPP Unsrat bergerak cepat menggelar Pra-FGD ini untuk menyusun dokumen kurikulum dan sistemnya," ujar Max Runtuwene.

Sekretaris LPMPP Unsrat, Esry Olly H. Laoh, yang saat itu didampingi Staf LPMPP, Reynald J. Pakasi, menambahkan bahwa agenda ini merupakan fase pembuka dari serangkaian penyusunan kurikulum yang komprehensif. Pasca-tahapan pra-diskusi ini, pihak universitas akan langsung memacu pembahasan ke tingkat yang lebih intensif.

“Sebagai implementasi dari legalitas yang kita terima, penyusunan kurikulum pelatihan harus dilakukan secara terukur. Awal dari penyusunan tersebut kita mulai melalui Pra-FGD ini, yang kemudian akan segera dilanjutkan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) utama selama tiga hari penuh,” jelas Esry Laoh.

Guna memberikan bobot substansi yang kuat pada rancangan kurikulum, Pra-FGD ini menghadirkan tiga pembicara kunci lintas sektoral Unsrat. Ketiga narasumber tersebut adalah Sekretaris LPMPP Esry Olly H. Laoh, Kepala Pusat Pembelajaran Saroyo, serta Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unsrat, Alwin Sambul, yang mengulas integrasi sistem digital MOOC dalam kurikulum baru. (*/ven)


Post Views: 2671

Iklan

×
Berita Terbaru Update