Notification

×

Iklan

Gubernur Olly : Pers Merupakan Agent Of Social Change

Friday, December 29, 2017 | 17:14 WIB Last Updated 2017-12-29T14:16:45Z

Sulut,- Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengatakan peranan media massa atau pers dalam pembangunan bangsa dan daerah merupakan agen perubahan (Agent Of Sosial Change) yang dapat membantu memperkenalkan perubahan sosial.

Hal itu dikatakan Gubernur Olly dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sulut DR Jemmy Kumendong MSi pada diskusi akhir tahun Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) bersama Keluarga Alumni Gadja Mada (KAGAMA) Manado, Jumat (29/12/2017) diruang F J Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut.

Menurutnya, Pers dapat merangsang proses pengambilan keputusan, memperkenalkan usaha moderenisasi dan mempercepat peralihan masyarakat yang modern.

"Media massa mampu secara cepat dan efektif menyampaikan kepada masyarakat sejumlah program dan kebijakan strategis pemerintah dalam mengisi ruang pembangunan daerah dan bangsa", kata Olly.

Dirinya menjelaskan, peran pers yang strategis ini harus dimanfaatkan untuk berkontribusi dalam tumbuh kembang daerah dan bangsa dalam tataran implementasi yang harus selalu sejalan dan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Telah diamanatkan, pers Nasional sebagai wahana komunikasi massa penyebar informasi dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional dan bertanggungjawab", urainya.

Lanjut, Olly mengingatkan Media massa diharapkan turut memberikan peranannya pada perkembangan didaerah dan dapat menjaring informasi dan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga independensi infomasi kepada publik.

"Dalam mengontrol pembangunan, masyarakat dapat menggunakan media massa sebagai jembatan komunikasi", tutupnya.

Sementara, akademisi lulusan UGM, Dr Ivan Kaunang, mengatakan diskusi dengan tema Peran Pers Dalam Pembangunan Sulut ini memberi ruang kepada para cendekiawan agar dapat memberi diri melalui ide-ide konstruktif dalam proses pembangunan di daerah.

"Intelektual bukan hanya menjadi menara gading di kampus, mimbar-mimbar dan didepan kelas, tetapi ilmu yang diperoleh dapat dimanifestasikan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat", ujar Kaunang.

Turut hadir pada diskusi ini, Asisten III Administrasi Umum Setdaprov Sulut Ir Roy O Roring, Pengamat Politik Dan Pemerintahan Taufik M Tumbelaka, Akademisi, DR Welly Waworundeng, Akademisi, Dr Peggy Egam, Wartawan Senior Raymond Pasla S Sos, dan para wartawan yang meliput di kantor gubernur Sulut dan tergabung dalam anggota JIPS. (ven)


×
Berita Terbaru Update