Notification

×

Iklan

Bupati Jabes : Perayaan Tulude Tahun Ini Istimewa

Monday, January 22, 2018 | 18:29 WIB Last Updated 2018-01-22T10:29:49Z

Sulut,- Upacara Adat Tulude yang menjadi peninggalan nilai-nilai luhur dari nenek moyang masyarakat di Nusa Utara masih terus terjaga hingga saat ini. Untuk itu pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pun terus melestarikan dengan mengagendakan pelaksanaan tradisi serta budaya masyarakat Nusa Utara ini setiap awal tahun.

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, SE ME usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven O E Kandouw mengatakan, jelang puncak perayaan Upacara Adat Tulude tahun 2018 akan didahului dengan berbagai kegiatan bersama masyarakat Sangihe.

"Acara formalnya, upacaranya 31 Januari, tetapi didahului seminggu sebelumnya ada acara dengan pegelaran-pagelaran seni dan budaya", ungkap Gaghana kepada sejumlah wartawan, Senin (22/01/2018) di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.

Lanjut, bupati pilihan rakyat Sangihe ini menambahkan, penyelenggaraan kali ini memiliki keistimewaan karena bersamaan dengan beberapa agenda penting Pemerintah Kabupaten Sangihe.

"Teman-teman alumni SMA Tahuna yang ada diluar daerah menyatakan diri akan hadir, kemudian akan ada peletakan batu pertama pembangunan hotel di Tahuna selanjutnya dihari yang sama akan ada penandatangan kontrak kerjasama Penanaman Modal Asing di bidang perikanan, investornya dari negara Philipina", terangnya sembari menambahkan Upacara Perayaan Tulude akan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara.

Diketahui, Upacara PerayaanTulude diadakan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat yang telah diberikan Tuhan selama setahun yang lalu. Tulude atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue Tamo dan dirangkaikan dengan atraksi budaya tari gunde, alabadiri, masamper dan ampawayer dimana budaya ini berkembang dilingkungan orang Sangihe Talaud.

Tulude tidak hanya digelar di Kabupaten Kepulauan Sangihe saja, namun juga di Kabupaten dan kota lain di Sulawesi Utara di mana Suku Sangir berada, seperti di Bitung, Manado, dan daerah lainnya. Perayaan Tulude selain sebagai upacara adat, juga merupakan suatu pesta rakyat warga Sangihe. Pada setiap perayaan upacara adat Tulude diundang para tamu tamu kehormatan yaitu para pejabat daerah dan masyarakat umum. Pesta/Pergelaran Adat Tulude ini umumnya dilaksanakan pada minggu terakhir dibulan januari. Dilihat dari maknanya tradisi Tulude ini dapat menciptakan kerukunan umat beragama, suku dan budaya masyarakat yang majemuk khususnya di Sulawesi Utara.

Arti kata ‘tulude itu sendiri atau menulude’ berasal dari kata ‘suhude’ dalam bahasa sangir berarti tolak. Dalam arti luas Tulude berarti menolak untuk terus bergantung pada masa lalu dan bersiap menyongsong tahun yang ada didepan.
(ven)


×
Berita Terbaru Update