![]() |
| Pencabutan nomor urut Pemilihan Hukum Tua Desa Leilem, Jumat (8/5). Foto: Istimewa |
MINAHASA, Komentar.co - Tahapan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Leilem menuju pemungutan suara Juni 2026 mendatang resmi memasuki fase krusial.
Panitia pemilihan menetapkan dua kandidat resmi melalui rapat pleno pengumuman administrasi sekaligus pencabutan nomor urut yang digelar di Lokasi Wisata Rano Reindang, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi faktual, panitia menyatakan seluruh bakal calon telah memenuhi syarat administrasi.
Dalam prosesi pencabutan nomor urut yang berlangsung meriah, Yance Adrian Sela, S.H., ditetapkan sebagai calon nomor urut 1, sementara Adrie Wonok, S.E., mendapatkan nomor urut 2.
Usai penetapan, suasana demokrasi yang sejuk terlihat saat kedua calon melakukan konvoi berjalan kaki bersama para pendukung menuju Kantor Desa Leilem sebagai simbol kebersamaan.
Hukum Tua Desa Leilem, Victory Roring, memberikan apresiasi atas kinerja panitia yang dinilai telah bekerja sesuai regulasi.
Ia menekankan agar momentum politik tingkat desa ini tidak merusak tatanan sosial masyarakat.
"Selamat kepada para calon terbaik desa. Saya berpesan agar seluruh proses dijalani dengan kejujuran dan sportivitas. Perbedaan pilihan itu wajar, namun persatuan dan keutuhan warga harus tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya," tegas Roring di sela kegiatan.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pemilihan, Jemmy Tamon, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tahapan ini.
Dirinya mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari tindakan yang berpotensi memicu gesekan selama masa sosialisasi berlangsung.
“Kami berharap rangkaian kegiatan tetap damai hingga hari H. Kami minta kandidat dan pendukung menjaga ketertiban dan ketenteraman lingkungan,” ujar Jemmy.
Terkait teknis sosialisasi, Sekretaris Panitia, Glorina Sepang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan aturan ketat mengenai Alat Peraga Kampanye (APK).
Panitia membatasi ukuran baliho atau spanduk maksimal 1 x 2 meter dan hanya diperbolehkan dipasang pada titik-titik lokasi khusus yang telah disetujui untuk menjaga estetika desa.
Puncak kontestasi demokrasi di Desa Leilem ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Dengan ditetapkannya nomor urut ini, warga diharapkan dapat mulai mencermati visi dan misi kedua calon demi kemajuan desa enam tahun ke depan. (Roni)
