Notification

×

Iklan

OD-SK All Out Perjuangkan Harga Kopra

Thursday, December 6, 2018 | 22:37 WIB Last Updated 2019-12-16T14:49:30Z
Sulut,- Keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE bersama Wakil Gubernur Drs Steven O E Kandouw (OD-SK) dalam menindak lanjuti aspirasi masyarakat petani kelapa dalam memperjuangkan harga kopra tidak main-main.

Usai melakukan rapat koordinasi secara maraton bersama isntansi terkait beserta pihak pabrik pembeli kopra di Sulut guna membahas solusi jangka pendek dan jangka panjang akibat terus berfluktuasinya harga kopra, Kamis (06/12/2018) Wagub Kandouw mengadakan pertemuan langsung dengan pihak pabrikan pembeli kopra terbesar di Sulawesi Utara, yaitu PT Cargill, PT Multi Nabati Bitung dan PT Agro Makmur di Gedung Menara Revindo Kebon Sirih, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Kandouw menyampaikan bahwa Pemprov Sulut memahami situasi dan kondisi fluktuasi harga kopra saat ini yang menurun sebagai akibat dari konsumsi dan permintaan pasar dunia yang menurun, namun Kandouw juga meminta agar perusahaan-perusahaan yang merupakan pembeli utama komoditi kopra tersebut tergerak hatinya untuk melihat kondisi rakyat Sulawesi Utara yang sebagian besar adalah petani Kopra, dengan mengurangi sedikit keuntungannya dan menaikkan harga kopra yang dibeli dari masyarakat.

“Terlebih ketika saat ini sebagian besar para petani sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi perayaan Natal”, kata Kandouw dihadapan perwakilan PT Cargill, Pimpinan Perusahaan PT Multi Nabati Bitung dan PT Agro Makmur.

Melalui pembahasan yang alot, upaya pemprov Sulut ini pun direspon positif oleh ketiga perusahaan dan meminta agar ada surat himbauan ke pihak perusahaan sebagai pijakan bagi mereka dalam mengambil keputusan. 

Di sisi lain, PT Cargill menyampaikan saat ini pihaknya sementara bermitra dengan sekitar 88 orang petani kopra yang tesertifikasi dan membeli kopra dengan harga yang jauh lebih tinggi/premium, sambil mengharapkan Pemprov memfasilitasi agar para petani yang bersertifikat lebih banyak lagi sehingga produk kopra terstandarisasi dan bisa dibeli dengan harga tinggi.

Dalam kesempatan tersebut juga perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk turut serta menanggulangi penduduk miskin di Sulawesi Utara melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang nantinya diarahkan untuk penyediaan sarana perumahan atau rumah layak huni.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Asisten 2, Ruddy Mokoginta, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, DR Jemmy Kumendong, Kepala Biro Ekonomi DR Frangky Manumpil dan Perwakilan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sulut, Hanny Wayong. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update