Minahasa,- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Minahasa akan segera memberikan (melanjutkan) program nasional pemasangan sambungan pipa air bersih tahun 2019 kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di beberapa kecamatan.
Direktur utama (Dirut) PDAM Minahasa, Arnold Winowatan saat ditemui dikantornya mengatakan tahun 2019 ada 1743 pelanggan yang telah diusulkan namun setelah dilakukan pemeriksaan dari tim konsultan yang layak untuk menerima MBR hanya 1356 yang ada di beberapa kecamatan,.
"Jadi MBR ini merupakan hibah dari APBN melalui kementrian PUPR bagi para pelanggan berpenghasilan rendah lewat seleksi dari PUPR yang terdata di base line. Artinya tidak semua yang diusulkan lolos, hanya yang memenuhi syarat," beber Winowatan kepada Komentar.co, Selasa (06/08/2019).
Winowatan menyebutkan, untuk kriteria seleksi melalui tim survey data awal, layak tidaknya keluarga penerima benar-benar berpenghasilan rendah melihat indikator rumah yang mereka tinggali dengan hanya memiliki daya listrik 900-3000 KW.
"Ini program pemerintah untuk mencapai target nasional sejuta sambungan dalam rangka semua masyarakat mempunyai akses air bersih," ungkapnya sembari berharap program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Terpisah kepala bagian teknik PDAM Franky Kumaat menambahkan sesuai data yang ada kecamatan masyarakat penerima program berdomisili di Kakas, Kakas Barat, Langowan Raya.
"Program ini adalah untuk mensuksekan program 100-0-100 yaitu 100 % air bersih 0 % kawasan kumuh 100 % sanitasi layak sehinggah punya akses air bersih ,ini sudah ketiga kalinya sejak 2016 kemarin yang dianggarkan sekitar 5 Miliar," tambah Kumaat.
Dirinya berpesan bagi yang ingin mendaftar untuk tahun 2020 dapat datang langsung di kantor PDAM kabupaten Minahasa.
"Untuk tahun depan akan diusulkan kembali saat tim kembali melakukan survey dan ketika pelanggan datang mendaftar dengan membawa persyaratan administrasi," pungkasnya. (baim)
Direktur utama (Dirut) PDAM Minahasa, Arnold Winowatan saat ditemui dikantornya mengatakan tahun 2019 ada 1743 pelanggan yang telah diusulkan namun setelah dilakukan pemeriksaan dari tim konsultan yang layak untuk menerima MBR hanya 1356 yang ada di beberapa kecamatan,.
"Jadi MBR ini merupakan hibah dari APBN melalui kementrian PUPR bagi para pelanggan berpenghasilan rendah lewat seleksi dari PUPR yang terdata di base line. Artinya tidak semua yang diusulkan lolos, hanya yang memenuhi syarat," beber Winowatan kepada Komentar.co, Selasa (06/08/2019).
Winowatan menyebutkan, untuk kriteria seleksi melalui tim survey data awal, layak tidaknya keluarga penerima benar-benar berpenghasilan rendah melihat indikator rumah yang mereka tinggali dengan hanya memiliki daya listrik 900-3000 KW.
"Ini program pemerintah untuk mencapai target nasional sejuta sambungan dalam rangka semua masyarakat mempunyai akses air bersih," ungkapnya sembari berharap program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Terpisah kepala bagian teknik PDAM Franky Kumaat menambahkan sesuai data yang ada kecamatan masyarakat penerima program berdomisili di Kakas, Kakas Barat, Langowan Raya.
"Program ini adalah untuk mensuksekan program 100-0-100 yaitu 100 % air bersih 0 % kawasan kumuh 100 % sanitasi layak sehinggah punya akses air bersih ,ini sudah ketiga kalinya sejak 2016 kemarin yang dianggarkan sekitar 5 Miliar," tambah Kumaat.
Dirinya berpesan bagi yang ingin mendaftar untuk tahun 2020 dapat datang langsung di kantor PDAM kabupaten Minahasa.
"Untuk tahun depan akan diusulkan kembali saat tim kembali melakukan survey dan ketika pelanggan datang mendaftar dengan membawa persyaratan administrasi," pungkasnya. (baim)
