Minahasa,- Target PDAM kabupaten Minahasa untuk memasang 1.346 sambungan rumah (SR) yang eligible berdasarkan survey awal konsultan program air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah selesai.
"Sesuai target, jelang akhir tahun progresnya harus capai 100 persen dan tepat sasaran," jelas Direktur Utama PDAM Minahasa, Arnold Winowatan, Jumat (25/10/2019).
Menurutnya, setelah proses pemasangan selesai, pihak PDAM mengajukan surat permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan surat rekomendasi Bapelitbangda Kab.Minahasa untuk melakukan verifikasi berjenjang yaitu oleh konsultan program, SPAM Propinsi Sulawesi Utara dan BPKP.
"Saat ini tim konsultan sementara melakukan verifikasi terkait pelaksanaan program tersebut," ujar Winowatan.
Menurutnya Semula yang diusulkan oleh PDAM Minahasa untuk pemasangan sambungan rumah(SR) adalah 1743 namun demikian, yang lolos verifikasi awal dilakukan oleh konsultan program air bersih bagi MBR adalah 1.356 SR.
"Jumlah tersebut dinyatakan yang eligible atau layak. Dengan demikian, 387 MBR yang tidak lolos sesuai hasil survey awal konsultan," urainya.
Kendati demikian, PDAM Minahasa tetap melakukan pemasangan terhadap 387 SR ini karena sekarang sedang dilakukan dengan pertimbangam bahwa mereka sudah terdaftar/didaftarkan, selain itu juga mereka sangat membutuhkan SR ini.
Juga persoalan kenapa tidak eligible yang 387 tersebut antara lain karena setelah disurvei oleh konsultan ternyata tdk sesuai dgn alamat di ktp, rumah belum berpenghuni dan ada yang tidak tergolong berpenghasilan rendah.
"Verifikasi dilakukan langsung ke kampung /lokasi program apakah pekerjaan fisiknya sesuai dengan pesyaratan sambungan rumah program air bersih MBR atau tidak," ucapnya kepada Komentar.co.
Winowatan menambahkan, anggaran untuk program pemasangan SR gratis ini dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR artinya bersifat khusus dan berlaku bagi masyarakat yang penghasilannya rendah dan harus ditegaskan bahwa yang gratis adalah pemasangan SRnya sedangkan tagihan sesuai pemakaian setiap bulan tetap harus dibayar.
Total anggarannya sebesar 5 Miliar bersumber dari APBN yang tertata dalam APBD 2019 dalam bentuk penyertaan modal Oleh sebab itu laporan finalnya akan dilaksanakan di Jakarta (Kemenkeu) pada bulan Nopember/awal Desember 2019 sekaligus proses transfer dana tersebut ke kas derah.
"Penting yang juga harus diketahui bahwa program ini bisa ada karena komitmen yg kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Ir. Royke O.Roring MSi dan Robby Dondokambey, SSi, MM untuk membantu agar PDAM Minahasa bisa lebih baik dan memberi akses seluasnya terhadap air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah," terangnya.
Sementara intuk program pemasangan sambungan rumah gratis ini lanjut dia, prioritasnya di kecamatan, Kakas, Remboken, Mandolang dan Tondano Barat, Timur, Utara, Selatan , berdasarkan kapasitas terpasang dalam liter/detik, sumber air dan jaringan pipa distribusinya mendukung Sebab buat apa dipasang SRnya kalau air tidak mengalir.
Pihaknya berharap pada tahun 2020 program ini masih ada dan masyarakat di kecamatan yang lain bisa menikmatinya.
"Bupati Minahasa telah tandatangani surat pernyataan minat dan telah dikirim ke Kementerian PUPR dan pihaknya menjamim sebagaimana target program tetap akan sesuai rencana yaitu 1743 SR," tutupnya. (baim)
"Sesuai target, jelang akhir tahun progresnya harus capai 100 persen dan tepat sasaran," jelas Direktur Utama PDAM Minahasa, Arnold Winowatan, Jumat (25/10/2019).
Menurutnya, setelah proses pemasangan selesai, pihak PDAM mengajukan surat permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan surat rekomendasi Bapelitbangda Kab.Minahasa untuk melakukan verifikasi berjenjang yaitu oleh konsultan program, SPAM Propinsi Sulawesi Utara dan BPKP.
"Saat ini tim konsultan sementara melakukan verifikasi terkait pelaksanaan program tersebut," ujar Winowatan.
Menurutnya Semula yang diusulkan oleh PDAM Minahasa untuk pemasangan sambungan rumah(SR) adalah 1743 namun demikian, yang lolos verifikasi awal dilakukan oleh konsultan program air bersih bagi MBR adalah 1.356 SR.
"Jumlah tersebut dinyatakan yang eligible atau layak. Dengan demikian, 387 MBR yang tidak lolos sesuai hasil survey awal konsultan," urainya.
Kendati demikian, PDAM Minahasa tetap melakukan pemasangan terhadap 387 SR ini karena sekarang sedang dilakukan dengan pertimbangam bahwa mereka sudah terdaftar/didaftarkan, selain itu juga mereka sangat membutuhkan SR ini.
Juga persoalan kenapa tidak eligible yang 387 tersebut antara lain karena setelah disurvei oleh konsultan ternyata tdk sesuai dgn alamat di ktp, rumah belum berpenghuni dan ada yang tidak tergolong berpenghasilan rendah.
"Verifikasi dilakukan langsung ke kampung /lokasi program apakah pekerjaan fisiknya sesuai dengan pesyaratan sambungan rumah program air bersih MBR atau tidak," ucapnya kepada Komentar.co.
Winowatan menambahkan, anggaran untuk program pemasangan SR gratis ini dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR artinya bersifat khusus dan berlaku bagi masyarakat yang penghasilannya rendah dan harus ditegaskan bahwa yang gratis adalah pemasangan SRnya sedangkan tagihan sesuai pemakaian setiap bulan tetap harus dibayar.
Total anggarannya sebesar 5 Miliar bersumber dari APBN yang tertata dalam APBD 2019 dalam bentuk penyertaan modal Oleh sebab itu laporan finalnya akan dilaksanakan di Jakarta (Kemenkeu) pada bulan Nopember/awal Desember 2019 sekaligus proses transfer dana tersebut ke kas derah.
"Penting yang juga harus diketahui bahwa program ini bisa ada karena komitmen yg kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Ir. Royke O.Roring MSi dan Robby Dondokambey, SSi, MM untuk membantu agar PDAM Minahasa bisa lebih baik dan memberi akses seluasnya terhadap air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah," terangnya.
Sementara intuk program pemasangan sambungan rumah gratis ini lanjut dia, prioritasnya di kecamatan, Kakas, Remboken, Mandolang dan Tondano Barat, Timur, Utara, Selatan , berdasarkan kapasitas terpasang dalam liter/detik, sumber air dan jaringan pipa distribusinya mendukung Sebab buat apa dipasang SRnya kalau air tidak mengalir.
Pihaknya berharap pada tahun 2020 program ini masih ada dan masyarakat di kecamatan yang lain bisa menikmatinya.
"Bupati Minahasa telah tandatangani surat pernyataan minat dan telah dikirim ke Kementerian PUPR dan pihaknya menjamim sebagaimana target program tetap akan sesuai rencana yaitu 1743 SR," tutupnya. (baim)
