Minut,- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Dr Drs Remigius Sigid Tri Hardjanto, SH, MSi bersama Gubrrnur Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, beserta rombongan turun langsung meninjau Balai Pertemuan Umat (BPU) Umat Muslim di Perum Agape Griya, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.
Sebelumnya BPU ini disepakati akan diperbaiki, rencananya 3 (tiga) hari. Namun berkat semangat gotong royong pihak Polrea Minut, Kodim 1310/Bitung dibantu warga setempat, baru masuk pada hari ke-2, renovasi balai dipastikan sudah rampung di perbaiki, hari Sabtu, 01 Pebruari 2020 pagi.
Kapolda dalam Press Conference mengatakan, terkait peristiwa di Perum Agape Desa Tumaluntung seluruh jajaran terkait, segera menuntaskan semua urusan didalamnya.
"Kita sudah melakukan kegiatan yang utamanya adalah recover, bangunannya sudah di perbaiki, tinggal kedepannya seperti apa, yang pasti semua harus berlangsung aman dan damai,” kata Sigit kepada puluhan awak media Sabtu, 01 Feberuari 2020.
Pengrusakan dalam bentuk apapun alasannya, kata Sigid, itu merupakan tindak pidana. Polda sudah melakukan tindakan tegas terhadap beberapa pelaku dan akan terus dikembangkan.
"Untuk proses penegakan hukum percayakanlah kepada Polda, kami akan profesional dalam melakukan penegakan hukum, silakan mengawal proses penegakan hukum, ecara berkesinambungan atau secara systemabel menggalang bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk tetap menjaga kondusivitas," ajaknya.
Dikatakan Kapolda juga, perlu di ketahui wilayah Sulut ini sudah mendapat predikat wilayah yang paling toleransi, bahkan kita selalu mengatakan tanah di Sulut ini tanah yang di Berkati Tuhan.
"Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat wilayah Sulut, khususnya wilayah Perum Agape Minut untuk mempertahankan predikat itu dengan tetap kita jaga tingkat toleransinya, jangan sampai ternoda dengan prilaku-prilaku yang tidak terpuji," timpal Remigius Sigid.
Masih menurut Kapolda, pemerintah dan aparat juga, mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat agar tidak terprovokasi, tidak terpancing isu-isu menyesatkan.
"Jangan melakukan kegiatan yang tidak produktif atau memperkeruh suasana, yang sebetulnya sudah kondusif di perum Agape Griya Desa Tumaluntung ini. Semua pihak agar tidak melakukan aktifitas yang kontra produktif”, himbau Kapolda Remigius Sigid.
Sesudah memastikan Perum Agape kondusif, Kapolda bersama rombongan yang dikawal Kapolres Minut dan Dandim 1310/Bitung bersama Forkopimda dan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, kembali di perdengarkan 8 poin keputusan yang disepakati dalam Deklarasi Damai di Mapolres Minut tiga jam sebelumnya. (Baker)
