Notification

×

Iklan

15 Pejabat Eselon 2 dan 3 Pemkab Talaud, Dirotasi

Monday, March 9, 2020 | 14:25 WIB Last Updated 2020-03-09T17:25:34Z
Talaud, - Bupati Kabupaten Talaud, Dr. Elly Engelbert Lasut ME didampingi Wakil Bupati, Drs. Moktar Arunde Parapaga, perdana melakukan rolling jabatan di lingkup pemkab Talaud.

Ada 15 pejabat eselon 2 dan 3, Senin(9/3/20) di rotasi dan dibacakan saat apel perdana di halaman kantor bupati Talaud.

Dalam arahan Bupati E2L mengatakan, proses rolling jabatan ke-15 pejabat eselon 2 dan 3 ini merupakan suatu Pengisian Jabatan Lowong dan itu harus dilaksanakan agar tidak ada kekosongan dalam pemerintahan tersebut.

"Jika diberikan jabatan yang baru artinya akan diberikan suatu tantangan yang baru. Semua itu akan diberikan sesuatu bidang dan kinerja sesuai aturan," ujar Bupati E2L saat memipin apel perdana di halaman kantor bupati.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rotasi pejabat eselon 2, 3, dan 4 di Pemkab Talaud. Namun sebelum dilakukan itu kami punya tim khusus yang dipimpin oleh Sekda untuk melakukan konsultasi di provinsi dan Kementrian Dalam Negeri. Selanjutnya kami akan menindaklanjuti dengan pengisian jabatan.

"Saya akan berusaha menempatkan jabatan sesuai bidangnya. Jadi saudara-saudara bersiap-siap, karena sampai saat ini kami akan menindaklanjuti setelah pelaksanaan apel ini," ucapnya.

Akan dipulihkan dulu soal kedisiplinan. Banyak laporan kehadiran ASN di dinas badan sangat cukup memprihatinkan. Sehingga mulai saat ini akan ada pengawasan ekstra ketat oleh bapak Wakil Bupati, Sekda, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah khususnya kehadiran seluruh ASN di Kabupaten Talaud.

Diharapkan bisa dimengerti sebagai langkah awal untuk membangun kembali rasa kedisiplinan dan kebersamaan pada pelaksanaan pemerintahan yang baru.

Bupati E2L kembali menekankan, agar khususnya tenaga pengajar atau guru di beberapa sekolah. Itu sudah banyak laporan dari masyarakat karena tidak disiplin dan banyak yang alfa dan bolos kerja.

"8Rupa so nda ada depe beda guru deng tukang kebong. Dorang mo pigi jam 10.00 dan mo pulang jam 13. 00, so nda baku tau. Pokoknya semau gue," pungkasnya.

Ditambahkannya, bahkan ada guru sudah satu bulan belum masuk-masuk mengajar. Dan itu sudah diketahui dimana itu terjadi. Minta tolong agar Dinas Dikpora bisa lebih eksis lagi untuk memperbaiki kinerja dalam mengurus permasalahan di lapangan, baik itu di tingkat TK, SD, maupun SMP. Katanya.

Ini adalah momentum untuk memperbaiki pendidikan dan sekolah, agar tidak lagi saling iri hati satu sama lain. 
" Jangan guru lain mengajar dengan segenap hati, sementara yang lain jarang masuk sekolah dan bahkan lebih memilih tidur di kebun," kecam Bupati.

Dan itu akan mempengaruhi nilai pendidikan yang buruk. Sehingga mulai saat ini perlu perampungan dan proses penyebaran guru yang lebih baik lagi. 

" Jadi pihak BKD, Dikpora harus melakukan penyebaran guru secara merata. Karena saat ini banyak sekolah yang kekurangan guru dan sebagian sekolah lagi kelebihan guru," ajaknya.

Tak lupa juga Bupati, mengingatkn soal bahaya akan HIV Corona. Dimana saat ini pemerintah daerah dan stakeholder terkait serta masyarakat dapat waspada dan mencegah terjadi wabah mematikan tersebut.

Diketahui pada apel tersebut dihadiri Kepala Dinas Badan dan seluruh jajaran ASN lingkup pemkab Talaud serta para kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Talaud. (Man)

×
Berita Terbaru Update