Notification

×

Iklan

Kursi Panas Pasangan JG... BERKA'H Atau KWL? Mujur Atau Kharismatik?

Saturday, March 7, 2020 | 10:03 WIB Last Updated 2020-03-07T03:59:42Z
Minut,- Partai berkuasa PDI Perjuangan sangat (PDIP) wajar jika disebut partai raksasa yang paling sempurna dibandingkan dengan partai politik (parpol) lainnya di Indonesia. Akan tetapi, walaupun PDIP ibarat kendaraan tempur mutakhir di hampir seluruh nusantara, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam tiga (3) kali Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), partai berlambang banteng gemuk ini belum satu kalipun menikmati tampuk kepemimpinan kursi bupati.

Berkaca dari pengalaman ini, berbagai faktor kekalahan PDIP di kabupaten Minahasa Utara pun muncul dan wajib dipelajari agar di Pemilukada Minut yang ke-4 kalinya nanti, dapat mengangkat harga diri parpol besutan Megawati ini di tanah Tonsea.

Pertama, karakter masyarakat Minut yang dikenal dengan budaya tak kenal maka tak sayang. Kendati kandidat calon sudah tak diragukan dalam hal finansial maupun intelektual, tapi tak mampu menyentuh masyarakat secara langsung, itu sama saja dengan nilai nol.

Yang kedua, budaya takabur, arogansi ataupun egoisme pengurus partai yang berpikir para pengurus PAC maupun pengurus ranting parpol wajib mendukung, sementara tingkat kesejahteraan mereka tidak pernah diperhatikan, hal ini juga menjadi salah satu penyebab sehingga PDIP Minut selalu menduduki kursi anggota legislatif terbanyak, tapi belum pernah memenangkan kursi Bupalti Minut selama 15 tahun (3 kali Pemilukada) ini.

Begitu juga gejala kegagalan PDIP berupa 'Mitos', dimana setiap kali jabatan Ketua DPRD Minut diraih PDI Perjuangan selalu saja Bupati Minut tidak dapat diraih oleh partai berlogo banteng moncong putih ini.

23 September 2020 nanti Kabupaten Minahasa Utara menyongsong Pemilukada yang ke-4 kalinya. PDIP sendiri harus bekerja berat agar mampu menghapus 'Aib' tidak pernah menang.

Sayangnya tanda-tanda kekalahan seperti yang diuraikan diatas, tampaknya belum juga dibenahi, sementara para bakal calon (balon) yang akan maju bertarung, justeru mereka-mereka yang sudah pernah mengandaskan mimpi indah PDIP pada 3 kali pilkada sebelumnya.

Sebut saja Joune Ganda (JG), sosok muda kharismatik yang telah dipastikan sebagai calon tunggal kursi papan satu (calon bupati) dari PDIP dan diyakini dapat mematahkan kutukan PDIP Minut yang mandul jabatan kursi bupati.

DPC PDIP Minut (pengurus partai) harus membuang ego karena wajib jeli memasang papan dua untuk posisi balon wabup mendampingi lari lajunya kendaraan tempur yang nanti dikemudikan oleh JG.

Sampai saat ini beredar informasi bahwa dari enam (6) kandidat balon wabup (bakal calon wakil bupati) yang terjaring, DPC PDIP telah memastikan tiga (3) nama sebagai calon papan dua JG. Ketiga balon wabup tersebut, masing-masing adalah Berty Kapojos (Berka'h atau Berty Kapojos Hebat), Patrice Mario Tamengkel (PMT), dan Kevin William Lotulung (KWL).

Jika Berty Kapojos disebut calon paling kuat diantara ketiganya, itu lumrah mengingat Kapojos pernah menjadi Ketua DPRD Minut secara berturut-turut, dan baru saja melipat gandakan sukses karena terpilih menjadi Anggota Deprov Sulut 2019-2024.

Selanjutnya ada Patrice Mario Tamengkel (PMT) dan Kevin Wiliam Lotulung (KWL) yang memiliki dua karakter dengan plus/minus berbeda.

PMT yang dikenal masyarakat sebagai mantan birokrat yang semasa kariernya mampu mendukung kemenangan Bupati Sompie S F Singal dua kali berturut-turut, PMT juga sempat berpasangan dengan Yulisa Baramuli dalam pilkada melawan VAP-JO dan SdM.

Sosok yang ketiga adalah Kevin William Lotulung (KWL), tokoh muda yang selama ini belum banyak dikenal, walaupun lelaki ganteng jebolan Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini merupakan Tuama Tonsea berdarah Kalawat.

Tapi, kendati belum banyak dikenal masyarakat Minut, sosok KWL dapat diibaratkan dengan Permata yang belum di poles.
Pasalnya, kendati usia KWL dengan karir politik seumur jagung, Kevin merupakan banteng raksasa yang dilengkapi oleh latar belakang yang wajib ditakuti oleh kubu para pesaingnya. KWL diapit oleh marga Lotulung - Dondokambey. Ini saja masyarakat Minut langsung mengenal ayahnya Pnt Hendrik Lotulung alias Om Nendy yang lebih terkenal lagi dengan sapaan Panglima PDIP.

Begitu juga Ibundanya Adriana Dondokambey Anggota DPR RI yang tidak lain adalah saudara kandung dari Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey.

Di usia mudanya Kevin William Lotulung sudah mengantongi titel Sarjana S-2, bahkan S-3 dari perguruan tinggi terkenal di Indonesia. KWL mengahiri masa lajang dengan memperisteri anak dari pemimpin organisasi agama terbesar di Provinsi Sulawesi Utara, bermarga Arina.

Katakankah KWL tidak dikenal orang Minut, tapi jika melihat senjata tempur dan para 'Jenderal' yang berada dibelakang KWL, kubu PDIP Minut tentu saja harus berpikir 1000 kali untuk tidak memberi SK kursi papan dua untuk KWL.

Melihat sepintas lalu antara BERKAH, PMT dan KWL, kira-kira siapa dari ketiganya yang mampu menghidupkan mesin partai PDIP DPC Minut yang diberi istilah selama ini mati suri?

BERKAH pantas menduduki hasil survey tertinggi, menyusul kedua adalah PMT. Namun walaupun bertengger di posisi paling bawah dari ketiganya, internal partai kenal betul siap-siapa sosok yang akan berjuang agar KWL meraih SK papan dua PDIP.

Ingat, Pnt Hendrik (Nendy) Lotulung ayah dari KWL, bukan pengurus partai PDIP. Namun Nendy disebut Panglima PDI mengingat pengalaman dan strategi politiknya telah terbukti dalam memenangkan isterinya Adriana Dondokambey dari Anggato DPRD Provinsi Sulut sampai ke Anggota DPR RI. Begitu pula Adriana dan Robby Dondokambey yang memiliki pengaruh kuat di kubu Partai PDIP sebagai Anggota DPR RI dan Wakil Bupati Minahasa.

Masih belum cukup?, Selain Adriana Dondokambey (ibunda KWL) menjabat Ketua Wanita Kaum Ibu (WKI), mertua KWL alias besan Adriana Dondokambey adalah Ketua Sinode GMIM. 

Dan perlu diketahui bersama, bahwa bicara Adiriana Dondokambey adalah saudara kandung dari Robby Dondokambey, kedua politisi ini juga masih memilikki seorang adik yang kini menjabat Bendahara Umum Partai PDIP yang dikenal dengan sapaan OD.

Apakah OD, Bendahara Umum PDIP akan tinggal diam kalau SK Papan Dua tidak jatuh kepada ponakannya KWL, sedangkan KWL merupakan penerus tongkat estafet Keluarganya.

Jika kita menelisik sedikit kilas balik dari ke-3 balon wabup ini, menurut anda, siapa yang pantas mendampingi Joune Ganda tuk maju berdampingan memenangkan PDIP di Pilkada Minut nanti?

Ayo PDI Perjuangan Mintut, beri hak pada 10 PAC menentukan dukungan mereka. Apakah Berka'h, KWL ataukah PMT yang dapat mengangkat harga diri partai yang mandul dan mati suri ini. (Baker)



×
Berita Terbaru Update