Manado,- Dalam rangka HUT Ke-2 Wanita Selam Indonesia (WASI) melakukan penanaman terumbu karang dipantai kawasan Megamas Manado, Jumat (06/03/2020).
Penanaman sebanyak 40 meja yang berisi 16 pot bibit terumbu karang ini dipimpin langsung Ketua WASI, Tri Tito Karnavian dan Ketua Umum Bhayangkari Fitri Idham Azis bersama dengan 50 orang divers dari WASI dan para penyelam dari komunitas selam di Manado.
Ketua WASI, Tri Tito Karnavian menyampaikan dipilihnya lokasi pantai kawasan Megamas sebagai lokasi penanaman terumbu karang karena kota Manado lebih populer dan menjadi bagian dari 5 kawasan destinasi baru pariwisata yang akan dikembangkan oleh pemerintah.
Untuk itu lanjut dia, sebagai salah satu tujuan wisata selam favorit bagi para penyelam lokal maupun internasional, ekosistem biota laut harus dijaga terus kelestariannya.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu pelestarian alam bawah laut dan memperbaiki tempat-tempat yang karangnya sudah rusak," ujar Tri Tito Karnavian usai melakukan kegiatan penanaman.
Diketahui bibit untuk penanaman terumbu karang ini dilakukan dengan tidak merusak karang yang ada, karena diambil dari pecahan terumbu karang. Selanjutnya bibit terumbu karang akan dilakukan monitoring berkala untuk memastikan karang tumbuh dengan baik.
Pada kesempatan ini juga, WASI memberikan pelatihan sertifikasi Dive Master PADI gratis untuk 18 orang pemandu selam di Sulawesi Utara dengan total senilai Rp 200.000.000.
"Ini merupakan wujud nyata kepedulian WASI terhadap perkembangan wisata selam Indonesia, di Sulawesi Utara khususnya," kunci Tri Tito Karnavian. (ven)
Penanaman sebanyak 40 meja yang berisi 16 pot bibit terumbu karang ini dipimpin langsung Ketua WASI, Tri Tito Karnavian dan Ketua Umum Bhayangkari Fitri Idham Azis bersama dengan 50 orang divers dari WASI dan para penyelam dari komunitas selam di Manado.
Ketua WASI, Tri Tito Karnavian menyampaikan dipilihnya lokasi pantai kawasan Megamas sebagai lokasi penanaman terumbu karang karena kota Manado lebih populer dan menjadi bagian dari 5 kawasan destinasi baru pariwisata yang akan dikembangkan oleh pemerintah.
Untuk itu lanjut dia, sebagai salah satu tujuan wisata selam favorit bagi para penyelam lokal maupun internasional, ekosistem biota laut harus dijaga terus kelestariannya.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu pelestarian alam bawah laut dan memperbaiki tempat-tempat yang karangnya sudah rusak," ujar Tri Tito Karnavian usai melakukan kegiatan penanaman.
Diketahui bibit untuk penanaman terumbu karang ini dilakukan dengan tidak merusak karang yang ada, karena diambil dari pecahan terumbu karang. Selanjutnya bibit terumbu karang akan dilakukan monitoring berkala untuk memastikan karang tumbuh dengan baik.
Pada kesempatan ini juga, WASI memberikan pelatihan sertifikasi Dive Master PADI gratis untuk 18 orang pemandu selam di Sulawesi Utara dengan total senilai Rp 200.000.000.
"Ini merupakan wujud nyata kepedulian WASI terhadap perkembangan wisata selam Indonesia, di Sulawesi Utara khususnya," kunci Tri Tito Karnavian. (ven)



