Notification

×

Iklan

Airmata Rahman Ismail Menetes Di Desa Palaes Dalam Misi Tangkis Covis-19 Dengan Berbagi Kasih

Wednesday, April 15, 2020 | 19:22 WIB Last Updated 2020-04-16T01:37:47Z

Oma Netty: "Tuhan pasti berkati pa ngoni kasiang"

Minahasa Utara, - Bagai berlomba dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan para partisipan lainnya dalam upaya memutus mata rantai pandemi Cocid-19 (Virus Corona) dari bumi Minahasa Utara ini, Rahman Ismail pun hari ini Rabu (25/04/2020), bergerak maju.
Sasaran bantuan kemanusiaan yang digelontorkan dari dana pribadinya selaku Komisioner Bawaslu Minut, kali ini berlangsung di Kecamatan Likupang Barat.

Darah Wartawan yang mengalir ditubuh Rahman Ismail ternyata membuat ia tak mampu berdiam diri menyaksikan derita rakyat papah yang tak dapat berbuat banyak dimasa paceklik karena wabah Covid-19 yang melumpuhkan ekonomi akhir-akhir ini.
"Mari kita lawan Corona dengan berbagi kasih dengan sesama, agar dapat memutus mata rantai pandemi covid-19, untuk Kecamatan Likupang Barat," ujar Rahman Ismail, Rabu (15/04/2020).


Memasuki rumah salah satu warga di Desa Palaes, saat menerima kantung beras dan telur yang disodorkan Rahman Ismail, Oma Netty Roring (71) menangis terpaku menatap semua yang hadir dihadapannya.
"Bukanmain, ngoni reken masih baku inga dang torang orang bagini. Tuhan pasti berkati pa ngoni kasiang," tutur lansia yang hanya tinggal berdua dengan anak tunggalnya, yang mengidap Penyakit Ayan.

Fenomena mengharukan dari Oma Netty yang menghidupi keluarga dwngan mencuci pakaian warga, membuat semua yang hadir trenyuh sehingga Rahman cs tak dapat menahan haru dihatinya. Airmata Komisioner Bawaslu Minut itu menetes tak tertahankan.

"Oma terima jo ini dengan hati ikhlas, nilai daripada beras deng telur ini yanda seberapa, mar Oma yakin jo ini Tuhan ada kase for Oma lewat torang," ujar Rahman dengan suara terbata-bata.
15 kantung beras dan 15 kantung telur untuk 15 Keluarga pra sejahtera di Desa Palaes sudah dibagi, Rahman bertolak ke Desa Termal membagikan bahan yang sama kepada warga.


Di Desa Jayakarsa, Rahman kembali bertabrakan dengan rasa haru. Salah satu keluarga yang ditemuinya, saat berkenalan, baru dia tahu kalau Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ditemui ternyata orang Buton, dan masih keluarga dekatnya.
"27 tahun kami tinggalkan kampung halaman, baru ketemu disini. Ini tante saya," kata Rahman sambil memeluk wanita paruh baya itu.
Pindah ke Desa Sonsilo, karena kebanyakan target yang dituju berada di kebun masing-masing, rombongan meninggalkan sembako kepada perangkat desa untuk nanti disampaikan ke masing-masing keluarga sesuai daftar nama yang ada.

Di Desa Serei, iring-iringan Rahman Ismail mengunjungi warga Sangkilang yang sebagian merupakan warga Desa Serey, sebagian warga Desa Bahoi, sisanya para pendatang dan transmigran dari Maluku.


Sesudah itu Rahman menyambangi Desa Ehe, Desa Bulutui, dan berakhir di Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat (Likbar), pada pukul 17.00 wita.

"Kami sangat puas dan sangat bersyukur kepada Allah Tuhan SWT karena masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih dengan sesama. Kita istirahat dulu hari ini, selanjutnya kita akan menyesuaikan dengan waktu untuk sebisa mungkin dapat berbagi dengan kaum duafa di seluruh kecamatan yang ada," pungkas Rahman Ismail. (Baker)

×
Berita Terbaru Update