Jakarta,- Akhir-akhir ini nama Joune Ganda atau banyak dikenal dengan sebutan JG, salah satu dari empat Bakal Calon Bupati Minahasa Utara (Balonbup Minut) sedikit jarang muncul di media massa. Padahal sebelumnya, nama JG telah bertengger di urutan pertama, Balonbup Minut 2020.
Apakah ini pertanda Joune Ganda bakal mengurungkan niat maju dalam kontestasi Pemilikada Minut? Ini jawaban pengusaha sukses yang diusung Partai PDI Perjuangan itu kepada media ini.
"Tekad saya sudah bulat akan membangun dan mensejahterakan Sulawesi Utara dan Minahasa Utara, tak mungkin saya batalkan dan mundur satu jengkalpun," ujar JG melalui pesan singkat Whats-App.
Dirinya mengakui saat ini mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dan physical distancing dengan work from home.
"Selain baik buat keselamatan kita, sebagai WNI yang baik juga kita harus tetap mengedepankan himbauan pemerintah tentang Social Distancing dan Phisycal Distancing," sebutnya.
"Tapi walau tak mudah diatasi apabila masyarakat tidak bisa bekerjasama, sebaliknya masih dapat ditanggulangi seperti di Kota Wuhan, China tempat asal virus ini. Namun jangan lupa, negara canggih sekelas Amerika, Spanyol dan Perancis bahkan Italia saja nyaris KO jika tidak dapat membangun kerjasama. Jadi, kuncinya hanya kerjasama yang baik antara rakyat dan pemerintah," urainya.
Kendati belum bisa kembali ke Minut, ternyata tim kerja dari JG, tetap solid di Minut. Sampai hari ini lewat kordinasi yang solid, JG mengaku pihaknya sedang mengupayakan saran pendukung untuk membantu pemerintah dan rakyat Minut.
"Kami sedang mempersiapkan masker. Bahkan kami juga lagi siapkan 200 APD untuk RS, Puskesmas, Polri bahkan untuk dikenakan para relawan kami," akunya.
Dari pemahaman dan pengetahuan yang didapat JG melalui banyak sumber yang akurat, Virus Corona ini tidak bersayap atau bisa terbang.
"Virus Covid-19 hanya menempel dan masuk ketubuh manusia lewat 3 jalur yaitu lewat mata, hidung dan mulut saja. Jadi biar badan kita sudah dipenuhi Virus Corona tapi kita tidak mengucek mata, tidak mengorek hidung, tidak memasukan jari ke mulut, maka virus itu tidak akan pernah berada di dalam tubuh kita," urai Ganda.
Lanjut dikatakan JG, itulah sebabnya kita wajib membudayakan cuci tangan sesering mungkin dimanapun kita berada, agar terhindar dari ancaman Virus mematikan itu.
"Cerita pandemi Virus Covid-19 ini masih panjang, belum ada yang tahu kapan berakhir dan kapan penangkalnya dapat ditemukan. Jadi langah antisipasi adalah cara paling efektif untuk kita lakukan saat ini," urai JG.
Ia juga menambahkan tips dan himbauan untuk masyarakat agar jangan berebutan dengan pemerintah, sebab pemerintah sedang berupaya melindungi rakyatnya.
"Saya berharap dan bermohon kepada masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini dengan tetap #DirumahJo. Kalo terpaksa keluar rumah maka #Jagajarak minimal 1,5 meter. Dan Ingat Selalu #PakaiMasker utk menjaga jangan Sampai kita terpapar Virus atau kita menjadi penyebar Virus.
Jaga tubuh kita tetap fit dan sehat dengan makan makanan bergizi seimbang dan olahraga yang cukup," himbau Joune Ganda.
Ditambahkannya, masyarakat juga jangan lupa budayakan rajin cuci tangan. Karena Virus itu lebih mudah berada di telapak tangan kita dan kita punya kebiasaan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan kita tanpa kita dari itu memudahkan virus masuk ke dalam tubuh.
"Itulah mengapa kita harus sering cuci tangan dengan benar menggunakan sabun. Kita harus bekerja sama dalam menghadapi Covid 19 ini. Ditengah tengah Pendemik ini jangnlah kita saling menyalahkan atau bahkan saling menghakimi. Tetap Bangun rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara kita," urainya.
JG juga mengingatkan, Penderita Covid 19 bukanlah sebuah Aib. Mari kita lawan Covid 19 ini bersama sama.
"Kami selama ini telah melakukan pembagian sembako untuk sudara kita yang paling terdampak akibat wabah ini.
Kami juga sedang mempersiapkan bantuan berupa masker dan APD yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan paramedis di RS dan puskesmas juga tidak kalah penting para aparat dan relawan yg membantu penangan wabah ini perlu lengkapi dengan APD yang memadai," tandas Joune Ganda. (Maxci)



