Notification

×

Iklan

Lawan Covid-19, Komisoner Bawaslu "RI" Bantu Kaum Duafa Di Kecamatan Kauditan -Kema

Tuesday, April 14, 2020 | 21:28 WIB Last Updated 2020-04-15T10:58:24Z
Rahman: Ingat, tidak ada kepentingan apapun dalam aksi ini. Semuanya murni sedekah sosial ditengah penyakit virus Corona

Minahasa Utara,- Bencana Nasional Pandemi Covid-19 (virus Corona) telah malah meluluh lantakan perekonomian sehingga sangat berdampak pada masyarakat menengah kebawah. Menyikapi hal ini, RI (Rahman Ismail), Komisioner Bawasli Minut, tergerak hati.

Pentolan Fakultas Hukum Unsrat inipun merogoh kocek sendiri, menyedikan beras, telur dan maskwr dan dibawa kerumah-rumah kaum duafa di Kecamatan Kauditan dan Kema.

Aksi Mantan Wartawan Minut ini cukup menarik. Pasalnya Rahman ismail (RI) didampingi relawan yakni rekan-rekanya para Jurnalis Minut.

Kepada masyarakat RI mengingatkan bahwa pemberiannya ini adalah partisipasi religi dimana ia merasa terpanggil membantu sesama yang membutuhkan.

"Tidak ada sangkut paut dengan pilkada maupun calon dan unsur politik identitas, jadi ini murni bantuan resmi dari saya Komisioner Bawaslu Minut," ujar Rahman.
Kepekaan akan kondisi sosial seorang jurnalis yang tetap melekat di tubuh pria berdarah Buton ini membuat lelaki berkacamata ini naik-turun mobil pick-up dan menyerahkan bantuan yang dikhususkan pada para lansia kurang mampu.

"Bukan main kang, jaman bagini masih ada manusia yang mau peduli dengan kami. Semoga dia diberkati," tutur Ibu Laila (67) warga Desa Kema III.

Setelah habis membagikan 200 Kg beras, 600 butir ttelur, dan 250 unit masker, dari uang pribadi dan membagikan kepada warga pra sejahatera di Desa Kauditan I, Kauditan II, Kema I, Kema II, Kema III, dan Tountalete, Selasa, 14 April 2020, sekira Pukul 15.50, RI dan relawannya, balik kanan untuk persiapan besok membagikan sembako di wilayah Kecamatan Likupang Barat.
Kepada rekan-rekan jurnalis Rahman kembali mengingatkan, bahwa bantuan kemanusiaan yang diantarnya, sejatinya adalah bentuk amal pribadi.

"Ingat, tidak ada kepentingan apapun dalam aksi ini. Semuanya murni sedekah sosial ditengah penyakit virus Corona. Saya memberi bukan karena berlebih tapi karena saya tau bagaimana rasanya hidup susah. Dan itu sering saya alami,” kenang Maman yang semasa kuliah dulu pernah merasakan hidup susah ini.

Rahman juga menambahkan, bantuan ini untuk mengetuk hati mereka yang memiliki berkat lebih agar dapat ikut membantu sesama."Dalam kepercayaan yang saya anut bahwa sedekah ini tidak akan mengurangi apa yang kita miliki. Maka dari itu, saya mengajak yang berkelebihan untuk saling menopang dan saling bantu di masa-masa pandemi ini. Semoga kesulitan ini dapat kita lewati bersama-sama," harapnya. (Baker)



×
Berita Terbaru Update