Notification

×

Iklan

Proyek Jalan SBY - Dimembe Nodai Sukses W20, Sepeda Motor Rawan Laka, APH Diminta Bertindak

Wednesday, February 16, 2022 | 15:31 WIB Last Updated 2022-02-16T10:37:22Z


MINUT, Komentar.co - 
Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) untuk mengangkat keindahan Bumi Malesung kedunia luar, sangat layak diberi apresiasi tinggi dan didukung penuh.

Demi menopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Ekowisata Likupang, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw berkordinasi dengan Pemkab Minut (Bupati Joune Ganda-Wakil Bupati Kevin William Lotulung), kembali menggelar kegiatan berskala internasional.

Side Event Woman 20 (W20), galangan OD-SK dan JG-KWL, yang dilaksanakan pada 14-16 Februari 2022 yang melambangkan bahwa Indonesia (khususnya Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara adalah daerah bebas diskriminasi terhadap perempuan, berakhir dengan baik dan sukses.

Semua kalangan dari semua lini, bergerak bahu-membahu mensukseskan W20 sehingga para pengunjung merasa puas.

Namun dari sekian pihak pendukung W20 canangan OD-SK dan JG-KWL, ternyata ada saja pihak yang dianggap tidak pro aktif.

Malahan, terkesan bertolak belakang dengan upaya pemerintah dalam rangka membesarkan Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara.

Contohnya pekerjaan proyek di Jalan SBY (ruas jalan alternatif penghubung Manado - Bitung), tampak sudah memasuki bulan kedua tahun 2022, ada proyek pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan seolah asal-asalan hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.


Pasalnya, disamping beberapa bagian sudah di kating tanpa papan notifikasi (pemberitahuan), dimalam hari jalan SBY yang gelap terdapat beberapa lubang dalam, namun sampai detik ini tidak pernah ditutup sehingga beberapa waktu lalu dijalan dekat SMKN 1 terjadi laka lantas tunggal dan korban tewas ditempat.

Kejadian itu diduga kuat karena korban (pengendara sepeda motor) terlempar, akibat motor terperosok lubang jalan yang di kating pihak pelaksana proyek yang diduga juga sudah lewat batas waktu pekerjaan.

Selain dijalan SBY, masyarakat pengguna jalan juga dibuat resah oleh pelaksana proyek peningkatan Ruas Jalan Tatelu.


Sesuai pantauan media ini, di bilangan jalan provinsi didepan eks Rumah Makan Dewe (Dimembe), jalan ditimbun dengan tanah sehingga pada musim panas timbunan tanah berubah menjadi debu, sebaliknya saat musim penghujan, jalan jadi basah berlumour dan licin.

"Ini sudah keterlaluan. Kalau belum mau dikerjakan, jalan jangan ditimbun dulu agar tidak jadi berlumpur seperti in," keluh Ibu Masye, pengguna jalan yang terpeleset pada Selasa (15/02/2022), pukul 20.16 wita.

Diketahui sepeda motor Honda Vario merah milik IRT warga Desa Klabat ini (Ibu Masye) kehilangan kendali dan terpeleset, kemudian jatuh akibat jalan becek dan berlumpur.

Mirisnya para pengguna jalan enggan memberi bantuan karena jalan sudah berlumpur mempersulit pijakan kaki apalagi mereka yang mengenakan sepatu atau celana panjang.

"Sudah sangat merugikan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor. Ibu itu adalah salah satu korban. Masyarakat adalah pembayar pajak sehingga ada anggaran perbaikan jalan, kenapa malah dipersulit begini. Kami berharap Aparat Penegak Hukum (APH) mengambil sikap tegas kepada perusahaan terkait dan instansi pemerintah terkait sebelum terjadi korban laka sehingga korban nyawa," pinta Pak Martinus asal Kecamatan Dimembe. (Baker)





×
Berita Terbaru Update