![]() |
| Workshop Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Kawangkoan Barat Tahun 2025. Foto: Istimewa |
MINAHASA, Komentar.co - Angka Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kabupaten Minahasa menunjukkan penurunan signifikan dari tahun 2024 yang mencapai 23,1 persen menjadi 19,4 persen pada tahun 2025 ini. Capaian ini bahkan lebih baik dari angka nasional yang masih berada di level 19,8 persen.
Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Vanda Sarundajang menyampaikan bahwa penurunan angka stunting ini membuktikan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemkab Minahasa melalui berbagai program mampu memberikan hasil positif.
"Pemkab Minahasa juga telah menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi sebagai salah satu daerah yang menunjukkan komitmen dan program signifikan dalam penurunan angka stunting, yakni peringkat keenam," kata Wabup Vanda dihadapan peserta Workshop Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Kawangkoan Barat Tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Minahasa terus berkomitmen untuk menargetkan Minahasa bebas stunting pada tahun 2045.
"Untuk mencapai target ini, diperlukan kolaborasi dan kerja sama yang baik antara seluruh stakeholder dan perangkat pemerintahan hingga tingkat terbawah," imbauya.
Untuk Kecamatan Kawangkoan Barat lanjutnya, tercatat zero stunting.
"Ini menunjukkan kerja keras dan komitmen semua pihak dalam menurunkan angka stunting," ujarnya sembari mengingatkan bahwa mempertahankan capaian ini jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.
Senada, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Martina Dondokambey-Lengkong, menekankan pentingnya pecegahan stunting dengan tetap memberikan asupan gizi seimbang, pemenuhan suplemen dan akses sanitasi yang layak.
"Meskipun tidak ditemukan kasus stunting di Kecamatan Kawangkoan Barat, seluruh pemangku kepentingan diminta tetap melakukan pengawasan terhadap kelompok berisiko seperti ibu hamil dan balita," pungkasnya. (*/Roni)
