Notification

×

Iklan

Dukung Swasembada Pangan, Gubernur YSK Tanam Padi Bersama Petani di Bolaang Mongondow

Friday, January 23, 2026 | 14:09 WIB Last Updated 2026-01-23T06:09:42Z
Gubernur Yulius Selvanus saat tanam padi bersama petani di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (23/1).


BOLMONG, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), melakukan aksi nyata mendukung kedaulatan pangan dengan turun langsung ke sawah untuk menanam padi di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Padi bertajuk "Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam".

Aksi tanam serentak ini dilakukan di atas lahan pertanian seluas 30 hektare, di mana 28 hektare di antaranya telah mulai ditanami.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Yulius Selvanus didampingi oleh Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdullah Mokoginta  beserta jajaran Forkopimda setempat, serta disambut hangat oleh kelompok tani (Poktan) dan masyarakat sekitar.

Dalam arahannya, Gubernur YSK memastikan bahwa stok beras di Sulawesi Utara saat ini berada pada posisi aman. Kondisi ini terjaga berkat kebijakan strategis seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras cadangan pemerintah secara rutin.

“Beras kita di Sulut tercukupi. Kita rutin melakukan intervensi melalui pangan murah dan distribusi cadangan pemerintah, terutama untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem agar inflasi bahan pokok tetap terkendali,” tegasnya.

Kerja keras pemerintah provinsi membuahkan hasil positif, di mana tingkat inflasi Sulawesi Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,23 persen. Angka ini menempatkan Sulut sebagai provinsi dengan inflasi terendah ketiga secara nasional.

Guna terus menggenjot produksi, top eksekutif Sulut ini mengumumkan rencana distribusi lahan pertanian baru seluas 2.000 hektare. Selain itu, dukungan alat mesin pertanian (alsintan) juga diperkuat. Untuk wilayah Bolmong, Pemerintah Provinsi menyalurkan dua unit hand tractor serta menjanjikan bantuan lima unit pompa air guna mengantisipasi musim kemarau.

“Pompa air sangat krusial agar petani tidak hanya bergantung pada hujan, terutama karena sumber air cukup jauh dari sawah. Saya harap pengelolaannya adil agar seluruh lahan tetap produktif,” tambahnya.

Menanggapi kendala akses jalan pertanian yang dikeluhkan Bupati Bupati Yusra Alhabsyi, orang nomor satu di Sulut ini berkomitmen untuk menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk pembukaan jalan yang nantinya akan dilanjutkan dengan pengaspalan.

Berdasarkan data statistik, produksi beras di Sulawesi Utara pada tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan sebesar 233 ribu ton dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan drastis ini merupakan hasil dari bantuan benih dan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) senilai Rp65 miliar yang berhasil diperjuangkan Gubernur YSK melalui lobi ke pemerintah pusat sepanjang tahun 2025.

Gubernur Yulius pun berpesan agar para petani di Bolmong mengelola hasil panen dengan bijak.

"Tanam yang kita makan, makan yang kita tanam. Sebagian untuk konsumsi dan sisanya dijual untuk memenuhi kebutuhan daerah lain. Jangan menimbun logistik agar stabilitas harga tetap terjaga," tutupnya.
(ven)




×
Berita Terbaru Update