Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Nilai Lindungi Pekerja

Wednesday, February 25, 2026 | 20:52 WIB Last Updated 2026-02-25T12:52:59Z

Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 

Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 Tingkat Provinsi dipusatkan di Kota Bitung, Rabu (25/2). Foto: Istimewa


BITUNG, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar pemenuhan regulasi administratif, melainkan nilai fundamental dalam melindungi hak hidup pekerja.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 tingkat provinsi yang dipusatkan di Kota Bitung, Rabu (25/2/2026).

Mengusung tema "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif", Gubernur Yulius menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan bagi 146,54 juta tenaga kerja di Indonesia.

Dalam amanat Menteri Ketenagakerjaan RI yang dibacakannya, ia mengungkapkan keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan kerja secara nasional.

"Tantangan kita sangat serius. Sepanjang tahun 2024, tercatat ada 319.224 kasus kecelakaan kerja. Angka ini adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam sistem pengawasan dan budaya kerja kita yang harus segera dibenahi," ujar Yulius di hadapan peserta upacara.

Dalam agenda K3 tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggarisbawahi empat poin strategis untuk memperkuat ekosistem kerja:

Transformasi Digital: Mendorong pemanfaatan aplikasi Teman K3 dan kanal Lapor Menaker guna menciptakan pelayanan pengawasan yang lebih transparan dan responsif.

Penguatan SMK3: Mewajibkan perusahaan mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagai standar baku mitigasi risiko yang sistematis di lingkungan kerja.

Budaya Kolaboratif: Memaksimalkan peran Dewan K3 Provinsi (DK3P) serta melibatkan serikat pekerja sebagai relawan pengawas di lapangan.

Profesionalisme dan Integritas: Menuntut pelayanan K3 berbasis data dan pemberian sanksi tegas bagi pihak yang melanggar pakta integritas.

Gubernur Yulius juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika digitalisasi industri, produktivitas tidak boleh mengesampingkan faktor keselamatan.

Menurutnya, sumber daya manusia yang sehat dan produktif adalah kunci utama dalam meningkatkan daya saing daerah maupun nasional.

"Setiap pekerja berhak pulang ke rumah dengan selamat. K3 adalah investasi, bukan beban. Produktivitas harus berjalan beriringan dengan keselamatan," tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara, pimpinan perusahaan, serta perwakilan serikat pekerja.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Bumi Nyiur Melambai untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan zero accident. (ven)



×
Berita Terbaru Update