Notification

×

Iklan

Sangihe Hadapi Lonjakan Arus Barang, Bupati Michael Thungari Lobi Kemenhub Tukar Kapal Tol Laut

Thursday, February 26, 2026 | 16:18 WIB Last Updated 2026-02-26T08:18:44Z
Kunjungan Bupati Michael Thungari dan jajaran di Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kementrian Perhubungan RI, Kamis (26/2). Foto: Istimewa


JAKARTA, Komentar.co -
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Ditlala) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Kamis (26/2/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mencari solusi atas kendala logistik dan kapasitas angkut tol laut yang kini melampaui batas (over capacity) di wilayah perbatasan tersebut.

Dalam pertemuan yang diterima langsung oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Mudi Mantoro, Bupati Thungari memaparkan data krusial terkait operasional KM Logistik Nusantara (Lognus) 2.

Saat ini, kapal yang melayani rute Sangihe tersebut dilaporkan tidak lagi mampu menampung lonjakan volume barang.

"Setiap pengangkutan, rata-rata terdapat 30 hingga 35 kontainer yang tidak bisa termuat atau gagal divalidasi masuk ke dalam manifes kapal karena kapasitas yang sudah penuh," ungkap Thungari di hadapan jajaran Ditlala Kemenhub.

Menyikapi urgensi tersebut, Bupati Thungari mengusulkan skema pertukaran armada.

Ia meminta agar KM Logistik Nusantara 5 dialihkan untuk melayani rute Sangihe.

"Pertimbangan ini didasarkan pada analisis bahwa beban muatan Lognus 5 di rute sebelumnya (Tarakan-Nunukan) relatif lebih sedikit, sehingga dinilai lebih efektif jika dialihkan ke Sangihe yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Selain masalah kapasitas kapal, top eksekutif Sangihe ini juga memperjuangkan aspirasi para pelaku usaha di Sangihe, yaitu; Penyediaan Kontainer 40 feet yang dibutuhkan untuk mendukung ekspor kayu kelapa ke pasar luar daerah dengan mensyaratkan spesifikasi panjang minimal 6 meter, yang selama ini, layanan tol laut didominasi ukuran 20 feet.

Selanjutnya, Peremajaan Kontainer, dimana kondisi fisik kontainer saat ini yang sudah banyak mengalami kerusakan dan tidak layak pakai.

"Kondisi ini berisiko tinggi merusak komoditas barang pokok yang diangkut," kata Thungari.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Ditlala, Mudi Mantoro, menyatakan apresiasinya terhadap langkah proaktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa implementasi usulan tersebut memerlukan kajian mendalam dari sisi regulasi dan kontrak.

"Kami akan mengkaji usulan ini. Terkait pemakaian Lognus 5, statusnya saat ini masih terikat kontrak. Sementara untuk penggunaan kontainer ukuran 40 feet pada layanan tol laut, saat ini aturan hanya memperbolehkan ukuran 20 feet. Solusinya, kami harus melakukan penyesuaian regulasi terlebih dahulu," jelas Mudi Mantoro.

Mengenai keluhan kondisi fisik peti kemas, Mudi memastikan bahwa hal tersebut menjadi prioritas evaluasi.

"Terkait pengadaan kontainer baru, ini akan menjadi masukan penting bagi Kemenhub dalam perencanaan penyediaan infrastruktur pendukung ke depan," pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik penguatan distribusi logistik di wilayah Kepulauan Sangihe, guna menjaga stabilitas harga barang pokok dan mendorong pertumbuhan komoditas ekspor daerah. (Yansa)




×
Berita Terbaru Update