![]() |
| Perayaan Pesta Adat Tulude di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (31/1/2026). Foto: Istimewa |
SANGIHE, Komentar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar upacara adat Tulude yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (31/01/2026).
Bertempat di Rumah Jabatan Bupati, prosesi ini berlangsung sakral dengan balutan nuansa budaya khas tanah Tampungang Lawo.
Acara diawali dengan berbagai atraksi budaya, mulai dari tarian adat Sangihe hingga pagelaran musik bambu. Momentum ini menjadi sarana syukur masyarakat atas perjalanan sejarah daerah yang telah melampaui usia enam abad.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari dalam sambutannya menyampaian bahwa Tulude tahun ini merupakan salah satu pelaksanaan terbaik, didukung oleh kondisi cuaca yang kondusif.
Top eksekutif Sangihe ini menegaskan bahwa pesta adat Tulude bukan sekadar tradisi rutin, melainkan peristiwa spiritual yang mempertemukan manusia dengan nilai luhur warisan leluhur.
"Tulude adalah ungkapan sujud dan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya. Ini adalah ruang perjumpaan batin antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur dalam menyongsong masa depan," ujar Bupati Thungari.
Sementara, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, yang diwakili oleh Wakil Gubernur (Wagub) Victor Mailangkay, turut memberikan apresiasi tinggi.
Dalam sambutannya, Wagub Victor mengibaratkan Kabupaten Sangihe sebagai kapal kora-kora raksasa yang kokoh di beranda utara NKRI.
"Usia 601 tahun adalah bukti resiliensi masyarakat Sangihe. Iman menjadi layarnya, kearifan lokal sebagai kemudi, dan adat istiadat sebagai jangkar yang menjaga daerah ini tetap berdiri kokoh di tengah badai zaman," kata Wagub Victor sembari menambahkan bahwa perayaan ini diharapkan menjadi katalisator untuk memperkuat jati diri serta persaudaraan masyarakat Sangihe dalam membangun daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Diketahui, tahun ini, pesta adat Tulude mengangkat tema “Pempahuliage Sularungu Alamate Kakendage Ghenghonalangi” yang berarti Bersukacita dalam Berkat dan Rahmat Tuhan.
Tema tersebut mengajak warga untuk memaknai setiap tantangan kehidupan dengan kedewasaan iman.
Turut hadir pada perayaan upacara adat Tulude, Wakil Bupati Tendris Bulahari, unsur Forkopimda Sulawesi Utara dan Sangihe, pimpinan DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para mantan pejabat daerah yang pernah memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe dan masyarakat serta tamu undangan. (Yansa)










