Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Buka Musrenbang RKPD 2027: Fokus Transformasi Ekonomi Sulut

Friday, April 10, 2026 | 12:51 WIB Last Updated 2026-04-10T04:51:46Z
Musrenbang RKPD 2027 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Forum ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk menyelaraskan arah pembangunan pusat dan daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan titik fundamental dalam periode kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay.

"Tahun 2027 mengusung tema 'Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan'. Ini adalah tahun ketiga kepemimpinan kami yang harus menjadi pijakan kuat bagi masa depan Bumi Nyiur Melambai," ujar Gubernur Yulius.

Top eksekutif Sulut ini memaparkan delapan misi prioritas, di antaranya pemberantasan KKN dan Narkoba, peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing internasional, hingga ketahanan pangan, energi, dan air. Perencanaan ini disusun dengan mencermati dinamika global seperti ketidakpastian geopolitik, serta tantangan nasional terkait ketimpangan ekonomi kawasan Timur dan Barat.

Secara spesifik di tingkat daerah, Pemprov Sulut fokus pada penataan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Meski mematok target makro yang optimis, Gubernur Yulius mengakui adanya tantangan pada aspek keuangan daerah. Ruang fiskal diprediksi menyempit akibat penurunan pendapatan dan peralihan pembiayaan dari surplus ke defisit pada periode 2025-2027.

Menyikapi hal tersebut, dirinya menginstruksikan penguatan pendapatan daerah dan efisiensi belanja.

"Kita harus kreatif memanfaatkan alternatif pendanaan lain seperti CSR, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga dana hibah untuk menopang pembangunan," tegasnya.

Adapun target makro yang ditetapkan untuk tahun 2027 meliputi:

Pertumbuhan Ekonomi: 6,7 – 7,7 persen.

Tingkat Kemiskinan: Turun menjadi 5,02 – 5,42 persen.

Indeks Integritas (KPK): Mencapai angka 80.

Lingkungan Hidup: Penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 61,78.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Tito Karnavian, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Kehadiran dua menteri kabinet ini diharapkan memperkuat sinergi pusat-daerah dalam mengawal proyek strategis nasional di Sulawesi Utara.

Di akhir arahannya, orang nomor satu di Sulut ini menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan sinkronisasi program agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update