![]() |
| Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Victor Mailangkay. Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) resmi menetapkan penguatan pembangunan keluarga sebagai strategi prioritas untuk menjawab tantangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di era bonus demografi.
Langkah ini diambil guna merespons dinamika kependudukan, termasuk angka stunting yang masih bertengger di angka 20,8 persen.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara, Victor Mailangkay menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat bergantung pada ketahanan unit terkecil masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Manado, Rabu (15/4/2026).
“Keluarga yang kuat adalah rahim bagi lahirnya generasi sehat, produktif, dan kompetitif. Dari sinilah arah pembangunan daerah ditentukan,” ujar Wagub Victor di hadapan para peserta dan perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN pusat yang hadir secara daring.
Berdasarkan data terkini, Sulut menghadapi sejumlah indikator krusial: prevalensi stunting sebesar 20,8 persen, Total Fertility Rate (TFR) pada angka 2,04, serta angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun yang mencapai 33,2 per 1.000 perempuan. Angka-angka ini menjadi basis bagi pemerintah untuk menggeser paradigma Program Bangga Kencana, dari sekadar pengendalian jumlah penduduk menjadi instrumen peningkatan kualitas hidup manusia di seluruh siklus usia.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sulut telah mengintegrasikan 30 indikator Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ke dalam dokumen perencanaan daerah sejak 2025. Kebijakan berbasis data ini diharapkan mampu mengatasi hambatan sistematis, terutama kesenjangan akses layanan keluarga berencana di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“Kita tidak boleh lengah terhadap fenomena kelahiran usia remaja dan akses layanan yang belum merata. Persoalan kependudukan hari ini adalah penentu masa depan kita,” tegas Mailangkay.
Dalam Rakorda tersebut, Wagub juga menginstruksikan percepatan penurunan stunting melalui intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan dengan mengandalkan peran strategis Tim Pendamping Keluarga di lapangan. Selain itu, penguatan program Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja dan program Lansia Berdaya menjadi pilar pendukung dalam pendekatan siklus hidup manusia.
Menutup arahannya, Victor Mailangkay menekankan bahwa keberhasilan visi ini memerlukan sinergi lintas sektor. Ia berharap Rakorda ini membuahkan aksi nyata yang menyentuh langsung keluarga berisiko, bukan sekadar rencana di atas kertas.
"Kualitas kebijakan publik diuji pada perubahan nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di wilayah sulit akses," pungkasnya.(*/ven)



