Notification

×

Iklan

Senator Stefanus BAN Liow Pantau Distribusi Pangan di Pasar Tondano

Monday, May 11, 2026 | 14:56 WIB Last Updated 2026-05-11T06:56:46Z
Senator Stevanus BAN Liow saat memantau distribusi dan harga pangan bersubsidi di Pasar Tondano, Senin (11/5). Foto: Istimewa


TONDANO, Komentar.co -
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, Stefanus BAN Liow, melakukan kunjungan kerja mendadak ke Pasar Tondano, Kabupaten Minahasa, Senin (11/5/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengawasi langsung ketersediaan dan penyaluran pangan bersubsidi guna memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Dalam pengawasan tersebut, Stefanus yang juga merupakan anggota Komite II DPD RI didampingi oleh Manajer Pemasaran Bulog SulutGo, Sherly Ransingin. Fokus utama pemantauan adalah memastikan komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng bersubsidi dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta tepat sasaran.

"Bulog adalah mitra kerja strategis kami. Seluruh temuan hari ini, baik dari pedagang, konsumen, maupun Dinas Perdagangan, akan kami bawa ke Jakarta untuk dilaporkan kepada Badan Pangan Nasional, Direksi Bulog, dan kementerian terkait," ujar Stefanus di sela-sela peninjauan.

Meski distribusi secara umum dinilai lancar, tim menemukan adanya praktik penjualan minyak goreng bersubsidi yang menyalahi aturan. Beberapa pedagang didapati menjual stok dalam jumlah besar kepada pelaku UMKM, yang menyebabkan persediaan untuk masyarakat umum cepat habis.

Padahal, sesuai ketentuan, produk Minyakita wajib diprioritaskan bagi konsumen akhir di pasar rakyat. Menanggapi hal ini, pihak berwenang langsung memberikan surat peringatan sebagai bentuk pembinaan.

"Para pedagang sudah menandatangani pakta integritas. Kami tegaskan agar aturan ini dipatuhi sepenuhnya agar tidak ada lagi kelangkaan di tingkat konsumen rumah tangga," tambah Stefanus dengan tegas.

Selain masalah minyak goreng, para pedagang di Pasar Tondano juga menyampaikan keinginan mereka untuk mendapatkan pasokan beras SPHP secara rutin.

Stefanus menjelaskan bahwa distribusi beras tersebut memerlukan rekomendasi resmi dari Dinas Perdagangan Kabupaten.

Ia menjanjikan koordinasi cepat dengan Bulog jika seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi oleh pedagang.

Di sisi lain, Manajer Pemasaran Bulog SulutGo, Sherly Ransingin, memastikan bahwa stok sebenarnya tersedia sesuai alokasi. Namun, ia menekankan bahwa pedagang harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terdaftar di dinas terkait.

"Penyaluran sebenarnya sudah berjalan. Untuk kasus minyak goreng yang cepat habis karena dijual ke UMKM, kami sudah berikan peringatan. Kami akan terus mengawasi toko-toko tersebut agar komoditas bersubsidi ini benar-benar menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat luas," pungkas Sherly.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan pengawasan pasar secara berkala demi mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat kecil. (Roni)




×
Berita Terbaru Update