Notification

×

Iklan

Tiga Kampung di Tamako Jadi Model Digitalisasi Data Sangihe

Thursday, May 7, 2026 | 11:42 WIB Last Updated 2026-05-07T03:44:50Z

Pencanangan Desa Cinta Statistik


Peluncuran Program Desa Cantik di Kecamatan Tamako, Rabu (6/5). Foto: Istimewa



SANGIHE, Komentar.co - Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Tendris Bulahari, secara resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I.

Acara yang menjadi tonggak penguatan basis data daerah ini dipusatkan di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Program inisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) ini menetapkan tiga wilayah di Kecamatan Tamako, yakni Kampung Pokol, Kampung Nagha I, dan Kampung Bebu, sebagai pilot project.

Ketiga kampung tersebut diproyeksikan menjadi model tata kelola data statistik tingkat desa yang nantinya akan direplikasi ke seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sebagai simbol komitmen pemerintah daerah, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cantik.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat literasi statistik serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam memproduksi data yang kredibel dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Bupati Michael Thungari menekankan bahwa akurasi data adalah instrumen paling krusial dalam menentukan arah kebijakan publik.

"Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang berkualitas. Oleh sebab itu, pemerintahan di tingkat desa harus menjadi garda terdepan dalam penyediaan data yang akurat agar pembangunan lebih terukur dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat," ujar Thungari.

Selain fokus pada level desa, agenda ini juga mencakup Pembinaan Statistik Sektoral Seri I untuk menyinkronkan data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Upaya ini merupakan bagian dari akselerasi mewujudkan "Satu Data Sangihe" yang terintegrasi dengan program nasional "Satu Data Indonesia".

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, mengungkapkan bahwa program Desa Cantik merupakan agenda berkelanjutan.

Tercatat, program ini telah menyasar Kampung Utaurano pada 2023 dan Kampung Kuma I pada 2025."Tahun ini, kami melakukan pembinaan intensif di tiga kampung sekaligus di Kecamatan Tamako. Fokusnya adalah pemutakhiran data sosial ekonomi," jelas Eko.

Guna mempermudah proses di lapangan, BPS memperkenalkan inovasi berupa aplikasi pengumpulan data berbasis Android dan penyediaan website khusus (digitalisasi) bagi tiap kampung binaan. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk tanggung jawab pendampingan BPS.

"Kami menyiapkan teknologinya agar aparat kampung memiliki kemandirian dalam mengelola data. Dengan indikator yang tertata di website, data tersebut dapat langsung diakses untuk kepentingan pembangunan kampung," pungkasnya.

Diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung (Kepala Desa), serta tokoh masyarakat setempat. (Yansa)



×
Berita Terbaru Update