Notification

×

Iklan

Ekspor Tumbuh 11 Persen, Fondasi Ekonomi Sulut Mampu Redam Gejolak Global

Thursday, June 4, 2026 | 13:30 WIB Last Updated 2026-06-04T05:31:31Z
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Utara


SULUT, Komentar.co -
Di tengah gejolak ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan ketahanan yang solid. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026 mengonfirmasi bahwa indikator makro ekonomi di wilayah Bumi Nyiur Melambai ini terus bergerak di jalur positif dan berada dalam kondisi stabil.

Daya tahan ekonomi daerah ditopang kuat oleh performa perdagangan luar negeri. Sepanjang Januari hingga April 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara sukses menembus angka USD 411,28 juta, atau tumbuh sebesar 11,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dengan nilai impor yang terkendali sebesar USD 55,04 juta, Sulawesi Utara berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan, yakni sekitar USD 356 juta.Sektor pariwisata juga menyumbang stimulus positif dengan lonjakan kunjungan wisatawan pada April 2026 yang tumbuh mencapai 21,80 persen dibanding bulan sebelumnya.

Peningkatan ini linear dengan aktivitas penerbangan di bandara setempat yang ikut naik sebesar 11,34 persen.Dari sisi stabilitas harga, Sulawesi Utara mencatatkan deflasi sebesar 0,61 persen pada Mei 2026.

Angka ini mencerminkan ketersediaan pasokan pangan yang mencukupi serta terkendalinya harga kebutuhan pokok di pasar domestik. Selaras dengan itu, tingkat kesejahteraan pekerja di sektor agraria membaik, ditandai dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 4,57 persen menjadi 133,37 dari bulan sebelumnya yang berada di posisi 127,54.

Kondisi ketenagakerjaan di Sulut turut menunjukkan grafik yang menggembirakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2026 menyusut ke angka 5,75 persen, lebih rendah dibandingkan rapor Februari tahun lalu yang menyentuh 6,03 persen. Penurunan persentase pengangguran ini mencerminkan perluasan daya serap lapangan kerja yang efektif di daerah.

Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki sejumlah tantangan dalam aspek pembangunan manusia. Walau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut berada di kategori tinggi dengan nilai 76,32, aspek rata-rata lama sekolah yang bertahan pada angka 9,91 tahun serta angka kematian bayi sebesar 15,75 per 1.000 kelahiran hidup menjadi poin evaluasi yang harus terus diakselerasi melalui penguatan sektor pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi capaian komprehensif ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, menyatakan bahwa hasil positif tersebut didapat berkat kerja keras lintas sektor.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, S.H., M.H., dan Sekdaprov Tahlis Gallang, S.IP., M.M., sejumlah kebijakan strategis terus dioptimalkan.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat pengendalian inflasi, mendorong investasi, memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan UMKM, mengembangkan pariwisata, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelas Ringkuangan.

Ia menegaskan bahwa ke depan tantangan ekonomi akan semakin kompleks karena dipengaruhi volatilitas iklim global.

"Pemprov Sulut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi mempertahankan momentum pertumbuhan ini agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas melalui peningkatan pendapatan dan kualitas hidup yang lebih baik," kuncinya. 
(*/ven)




×
Berita Terbaru Update